Pemprov Lampung Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H: Usung Semangat “Lampung Bersyukur” dan Doa untuk Korban Banjir
BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung. Mengusung tema besar “Lampung Bersyukur”, momentum suci ini menjadi wadah refleksi spiritual sekaligus penguat ikatan sosial bagi seluruh elemen masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.
Acara keagamaan yang berlangsung khusyuk ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Turut hadir mempererat silaturahmi dalam majelis tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para tokoh agama, serta lapisan masyarakat luas yang memadati area masjid.
Peringatan turunnya kitab suci Al-Qur’an ini tidak sekadar dimaknai sebagai rutinitas ibadah tahunan. Tema “Lampung Bersyukur” sengaja diangkat sebagai pengingat kolektif bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk senantiasa memperkuat fondasi keimanan, merawat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah bersama para tokoh agama dan masyarakat di Masjid Raya Al-Bakrie menunjukkan sinergi yang harmonis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman bermasyarakat.
Nuansa empati dan solidaritas kemanusiaan sangat terasa ketika seluruh jamaah yang hadir menundukkan kepala untuk memanjatkan doa bersama. Selain memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Lampung, doa khusus turut dipanjatkan bagi warga yang saat ini tengah diuji dengan musibah banjir.
Untaian doa tersebut menjadi wujud nyata dari kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an, memohon agar para korban musibah senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta pemulihan yang cepat dari bencana.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H ini, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung berharap agar nilai-nilai luhur universal yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat terus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman religius yang mendalam diyakini mampu menjadi landasan kokoh untuk menguatkan spiritualitas, menumbuhkan empati sosial yang aktif, dan pada akhirnya semakin mempererat tali ukhuwah (persaudaraan) di tengah masyarakat Lampung yang majemuk.(*)
BACA JUGA:










