Waspada Cuaca Ekstrem BMKG: BPBD Tanggamus Gelar Simulasi Bencana, Sasar Kesiapsiagaan ASN dan Warga
TANGGAMUS โ Merespons peringatan resmi terkait ancaman cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mengambil langkah antisipatif yang terukur.
Sebagai wujud mitigasi dini, BPBD menggelar simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi dan banjir yang dipusatkan di halaman Kantor Sekretariat Bupati Tanggamus, Rabu (16/04/2025).
Kegiatan strategis yang digelar dalam rangkaian menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (26 April 2025) ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan langkah krusial untuk melatih insting keselamatan para aparatur pemerintah.
Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi, memaparkan bahwa simulasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dinamika cuaca yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah Tanggamus.
โDari tanggal 16 sampai 18 April, cuaca di Tanggamus diprediksi cukup ekstrem. Fakta di lapangan, beberapa aliran sungai bahkan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan debit air dan meluap,โ ungkap Irvan.
Meski alarm kewaspadaan telah dibunyikan, mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Tanggamus tersebut memastikan bahwa situasi hingga saat ini masih dalam kendali penuh pemerintah daerah.
โSementara ini statusnya masih aman. Genangan air yang sempat muncul di beberapa titik belum meluas dan masih bisa sangat cepat surut,โ imbuhnya.
Pemilihan area Sekretariat Daerah sebagai episentrum simulasi memiliki tujuan spesifik. Irvan menjelaskan bahwa para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tanggamus harus menjadi contoh sekaligus memiliki kesiapan mental dan fisik jika sewaktu-waktu bencana tak terdugaโseperti gempa bumi atau banjir bandangโterjadi pada jam operasional kerja.
Melalui simulasi ini, seluruh pegawai dibekali pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta tindakan pertama yang harus dilakukan dalam kondisi darurat demi menekan risiko korban dan kepanikan massal.
Lebih dari sekadar kesiapan aparatur, Irvan menekankan bahwa ujung tombak keberhasilan mitigasi bencana ada pada kesadaran masyarakat itu sendiri. BPBD mengimbau warga Tanggamus untuk ekstra waspada, terutama menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang kerap menjadi biang kerok tersumbatnya drainase.
Masyarakat juga diminta secara tegas untuk menghindari seluruh bentuk aktivitas di sekitar bantaran sungai ketika langit mulai mendung pekat atau saat hujan deras mengguyur.
โKerja sama dan sinergi semua pihak, baik di tingkat kecamatan, aparatur pekon, dan tentu saja kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Saya ingatkan, jangan mendirikan bangunan atau rumah terlalu dekat dengan aliran sungai, karena itu adalah zona paling berisiko saat bencana datang,โ pungkas Irvan dengan tegas.(*)
โ









