Wagub Jihan Lepas 42 ASN Purna Bakti, Kadis Intizam Cetak Sejarah Pangkat Tertinggi
BANDAR LAMPUNG — Masa pensiun bukanlah sebuah akhir, melainkan gerbang menuju ruang pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Pesan mendalam inilah yang digaungkan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat melepas purna bakti 42 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Acara pelepasan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh haru ini digelar di Ruang Abung, Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (27/2/2026). Turut hadir dalam momen tersebut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Marindo Kurniawan, jajaran pejabat tinggi pratama, serta perwakilan PT. Taspen (Persero) Bandar Lampung.
Sorotan utama dalam acara ini tertuju pada sosok Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Drs. Intizam. Ia bukan sekadar pensiun, tetapi mencetak sejarah gemilang dengan mencapai batas usia pensiun pada pangkat puncak Pembina Utama (IV/e).
Total masa kerjanya tak main-main: 39 tahun 5 bulan sejak mengabdi sebagai pamong praja muda lulusan APDN Tanjung Karang pada tahun 1986.
Dalam sambutannya, Wagub Jihan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Intizam. Ia secara khusus menyinggung legasi Intizam, yakni terobosan program P4 yang terbukti sukses menyederhanakan birokrasi dan memudahkan masyarakat.
“Purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, tetapi masa peralihan menuju ruang yang tanpa batas. Jabatan adalah amanah sementara, namun karya dan legasi seperti inovasi Pak Intizam ini akan menjadi amal jariyah yang terus dikenang,” tutur Wagub Jihan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Rendi Reswandi, melaporkan bahwa pada periode Maret 2026 ini terdapat 42 PNS yang resmi memasuki masa purna bakti, dengan rincian 8 orang dari Golongan III dan 34 orang dari Golongan IV.
Sebagai wujud penghormatan, Dewan Pengurus Korpri Provinsi Lampung memberikan apresiasi berupa:
Tali Asih Pensiun: Rp2.000.000 beserta plakat penghargaan untuk setiap PNS yang purna bakti.
Santunan Duka ASN: Rp3.000.000 diserahkan kepada ahli waris dari 7 ASN yang meninggal dunia.
Santunan Duka Suami/Istri ASN: Rp1.000.000 diserahkan untuk ahli waris dari 2 pasangan ASN yang berpulang.
Seluruh dana tersebut disalurkan secara non-tunai langsung ke rekening penerima untuk menjamin transparansi dan keamanan. Dalam kesempatan yang sama, PT. Taspen (Persero) Bandar Lampung juga langsung menyerahkan Tabungan Hari Tua dan Pensiun Pertama kepada Intizam.
Di penghujung acara, Intizam menyampaikan pidato perpisahan yang menyentuh hati. Ia bersyukur seluruh jejak kariernya dihabiskan untuk membangun Provinsi Lampung.
“Birokrasi bagi saya bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang pengabdian untuk belajar tentang integritas, loyalitas, dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Menutup pamitannya, ia mengingatkan tentang rotasi alamiah dalam kepemimpinan. “Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Estafet kepemimpinan harus terus berjalan,” pungkas Intizam, diiringi tepuk tangan riuh para hadirin. (***) 















