Api Tak Padam dengan Teriakan!” Pesan Menohok Kadis Damkar Lamsel di Hadapan Karyawan PT BMI
LAMPUNG SELATAN – Bayangkan kepanikan saat api tiba-tiba menyala di ruang kerja Anda. Apa yang pertama kali Anda lakukan? Berteriak? Lari mencari sekuriti? Jika ya, Anda baru saja melakukan kesalahan fatal.
“Api tidak akan padam dengan teriakan ‘kebakaran… kebakaran!’. Api hanya padam oleh tindakan orang pertama yang melihatnya menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).”
Pernyataan tegas ini meluncur dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Sefri Masdian, yang seketika mengubah cara pandang 60 perwakilan karyawan PT Bumi Menara Internusa (BMI) dalam pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3), Rabu (8/7/2026).
Bertempat di pabrik pengolahan hasil perikanan yang berlokasi di Jl. Ir. Sutami KM 12, Tanjung Bintang, Sefri membongkar fakta mengejutkan: mayoritas kebakaran justru dipicu oleh kelalaian sepele kita sendiri.
Di hadapan perwakilan pekerja produksi, teknisi, hingga sekuriti, Sefri membeberkan bahwa korsleting listrik adalah “pembunuh berdarah dingin” penyebab utama kebakaran. Ia memberikan peringatan keras yang relevan bagi semua orang:
- Hentikan kebiasaan menumpuk colokan: Menggunakan banyak steker dalam satu stop kontak (socket) melebihi kapasitas beban adalah pemicu utama korsleting.
- Gunakan kabel berstandar (SNI): Jangan korbankan nyawa dan aset dengan kabel murah di bawah standar.
- Jangan tunggu K-3: Siapapun yang melihat api pertama kali, dialah yang wajib memadamkannya sebelum membesar.
“Kondisi ini mutlak harus diperhatikan manajemen, terlebih di perusahaan skala besar seperti PT BMI yang menaungi hingga 1.300 karyawan,” tegas Sefri.
Menanggapi hal tersebut, Ass. Manager HR & GA PT BMI, Siti Nur Aftiya (Tiya), menegaskan bahwa pelatihan bersama Damkarmat ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan nyawa dari komitmen perusahaan.
“Ini adalah langkah proaktif kami membekali karyawan dengan skill penanganan darurat sejak detik pertama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Damkar Lamsel yang turun langsung melakukan inspeksi dan edukasi demi menjamin keselamatan 1.300 pekerja kami,” ungkap Tiya.
Ia berharap edukasi ini tidak hanya menyelamatkan aset pabrik, tetapi juga meningkatkan kesadaran pekerja untuk diaplikasikan di rumah dan kehidupan sehari-hari. Berhenti berteriak, mulailah bertindak! (***)
Baca Juga:
















