LAMPUNG SELATAN – Di sebuah pabrik pengolahan hasil laut yang sibuk dengan 1.300 pekerja, satu percikan api kecil dari stop kontak yang kelebihan beban bisa berubah menjadi bencana mematikan dalam hitungan menit.
Kesadaran akan risiko inilah yang mendorong PT Bumi Menara Internusa (BMI) di Tanjung Bintang, Lampung Selatan, untuk menghentikan rutinitas produksi sejenak pada Rabu, 8 Juli 2026. Tujuannya satu: mengubah mentalitas pekerja saat menghadapi api.
“Jika ada kebakaran di ruangan ini, orang pertama yang melihatnya yang berkewajiban memadamkannya. Tidak perlu menunggu sekuriti atau tim K-3. Api tidak padam dengan teriakan ‘kebakaran!’, tapi dengan tindakan cepat menggunakan APAR,” instruksi Sefri Masdian, Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, memecah keheningan peserta training.
Fakta Menarik dari Pelatihan:
Musuh Utama adalah Kelalaian Manusia: Berdasarkan data Damkarmat, korsleting listrik akibat beban berlebih (seperti menumpuk terlalu banyak colokan dalam satu stop kontak) menduduki peringkat teratas penyebab kebakaran.
Pemadam Kebakaran Terbaik adalah Anda: Pengetahuan operasional alat pemadam (APAR) tidak boleh hanya dimonopoli oleh divisi K-3 atau sekuriti, melainkan harus ditularkan ke setiap individu di lantai produksi.
Bagi PT BMI, edukasi ini lebih dari sekadar kepatuhan pada regulasi. Siti Nur Aftiya, Ass. Manager HR & GA PT BMI, menyadari betul bahwa aset terbesar perusahaan bukanlah gedung atau mesin, melainkan ribuan nyawa yang bekerja di dalamnya.
“Kehadiran tim kompeten dari Damkar Lamsel langsung di tengah pekerja kami tidak hanya memitigasi kerugian aset, tetapi yang paling utama adalah menjamin keselamatan pekerja. Pengetahuan ini adalah bekal berharga yang bisa mereka bawa pulang ke keluarga masing-masing,” tutur wanita yang akrab disapa Tiya ini.
Kolaborasi apik antara sektor industri dan Dinas Pemadam Kebakaran ini membuktikan satu hal: keselamatan kerja bukan sekadar slogan di dinding pabrik, melainkan keterampilan nyata yang harus dilatih dan dikuasai. Sebab, di saat krisis melanda, satu tindakan berani lebih berharga dari seribu teriakan. (***)
BACA JUGA:
















