‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
PemerintahanAdvertorialBeritaFeed GN

Pimpin HLM TPID, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Instruksikan Langkah Konkret Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

3756
×

Pimpin HLM TPID, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Instruksikan Langkah Konkret Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Lebih jauh, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan terdistribusinya komoditas pangan dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi ego sektoral, karena seluruh elemen berada di perahu yang sama demi memastikan masyarakat Lampung dapat menyambut Ramadhan dengan harga yang terkendali. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mengawal inflasi daerah. Menyambung hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena demand-pull inflation, yaitu potensi kenaikan harga yang murni dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen selama Ramadhan dan Idulfitri. Meskipun memuji rekor inflasi Lampung di angka 1,25 persen, Bimo menekankan bahwa kewaspadaan berlapis harus terus ditingkatkan agar tren positif tersebut tidak berbalik arah dalam beberapa pekan ke depan. Sebagai bentuk dukungan penuh, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi TPID melalui penyediaan analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi secara seketika (real time), terutama untuk kelompok pangan bergejolak (volatile foods) seperti cabai, bawang merah, dan daging. Digitalisasi pemantauan harga juga akan terus difokuskan guna mempercepat lahirnya kebijakan yang adaptif. Rangkaian HLM ini kemudian ditutup dengan pemaparan kesiapan teknis dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Lampung, Ditreskrimsus Polda Lampung, serta Pertamina Regional Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Sekdaprov, para Wali Kota dan Bupati se-Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran Kepala BUMD di lingkungan Pemprov Lampung.

Pimpin HLM TPID, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Instruksikan Langkah Konkret Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

 

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara langsung memimpin pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung. Pertemuan strategis lintas sektor ini difokuskan pada upaya mengawal stabilitas harga dan mengamankan ketersediaan bahan pokok menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Agenda penting ini diselenggarakan di Bandar Lampung, pada Selasa (10/2/2026). Lebih jauh, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan terdistribusinya komoditas pangan dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi ego sektoral, karena seluruh elemen berada di perahu yang sama demi memastikan masyarakat Lampung dapat menyambut Ramadhan dengan harga yang terkendali. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mengawal inflasi daerah.Menyambung hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena demand-pull inflation, yaitu potensi kenaikan harga yang murni dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen selama Ramadhan dan Idulfitri. Meskipun memuji rekor inflasi Lampung di angka 1,25 persen, Bimo menekankan bahwa kewaspadaan berlapis harus terus ditingkatkan agar tren positif tersebut tidak berbalik arah dalam beberapa pekan ke depan.Sebagai bentuk dukungan penuh, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi TPID melalui penyediaan analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi secara seketika (real time), terutama untuk kelompok pangan bergejolak (volatile foods) seperti cabai, bawang merah, dan daging. Digitalisasi pemantauan harga juga akan terus difokuskan guna mempercepat lahirnya kebijakan yang adaptif.Rangkaian HLM ini kemudian ditutup dengan pemaparan kesiapan teknis dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Lampung, Ditreskrimsus Polda Lampung, serta Pertamina Regional Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Sekdaprov, para Wali Kota dan Bupati se-Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran Kepala BUMD di lingkungan Pemprov Lampung.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa fenomena lonjakan permintaan bahan kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan merupakan siklus tahunan yang sudah pasti terjadi. Oleh karena itu, ia menuntut agar antisipasi dilakukan melalui kerja nyata dan langkah-langkah yang konkret di lapangan, bukan sekadar menyusun perencanaan indah di atas kertas.

 

Gubernur Mirza turut memberikan apresiasi atas capaian impresif Provinsi Lampung yang sukses mencatatkan inflasi tahunan terendah kedua secara nasional pada tahun 2025, yakni berada di angka 1,25 persen (year on year). Namun, ia mengingatkan dengan tegas bahwa prestasi gemilang tersebut justru menjadi ujian berat yang harus dipertahankan di tengah ancaman dinamika cuaca dan potensi hambatan rantai distribusi. Baginya, prestasi ini bukanlah alasan bagi jajaran pemerintah untuk bersantai. Pengendalian inflasi adalah urusan krusial yang bersentuhan langsung dengan asap dapur masyarakat dan ketenangan mereka dalam beribadah.

 

Untuk memastikan kesiapan daerah, Gubernur Mirza menginstruksikan sejumlah langkah spesifik kepada instansi terkait. Pada aspek produksi dan stok pangan, ia menugaskan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan untuk turun langsung memastikan ketersediaan komoditas utama seperti beras, cabai, bawang, daging, telur, dan ikan tetap pada batas aman hingga pasca-Idulfitri, dengan selalu merujuk pada data akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara untuk stabilisasi harga, Perum Bulog diminta segera menyiagakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), beriringan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang diinstruksikan untuk proaktif menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah di titik-titik rawan gejolak harga.

 

Tidak luput dari perhatian, sektor energi dan kelancaran transportasi juga menjadi sorotan utama. Gubernur meminta Pertamina, PLN, dan Dinas Perhubungan untuk menjamin keandalan pasokan BBM, LPG, dan listrik, serta memastikan kelancaran arus distribusi logistik bahan pokok melalui jalur darat, laut (khususnya pelabuhan ASDP Bakauheni), hingga jalur udara. Guna menutup celah kecurangan, Satgas Pangan bersama Polda Lampung dan jajaran Kejaksaan diminta memperketat pengawasan dan menindak tegas oknum yang nekat melakukan praktik penimbunan atau permainan harga.

 

Lebih jauh, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan terdistribusinya komoditas pangan dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi ego sektoral, karena seluruh elemen berada di perahu yang sama demi memastikan masyarakat Lampung dapat menyambut Ramadhan dengan harga yang terkendali. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mengawal inflasi daerah.

 

Menyambung hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena demand-pull inflation, yaitu potensi kenaikan harga yang murni dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen selama Ramadhan dan Idulfitri. Meskipun memuji rekor inflasi Lampung di angka 1,25 persen, Bimo menekankan bahwa kewaspadaan berlapis harus terus ditingkatkan agar tren positif tersebut tidak berbalik arah dalam beberapa pekan ke depan.

 

Sebagai bentuk dukungan penuh, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi TPID melalui penyediaan analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi secara seketika (real time), terutama untuk kelompok pangan bergejolak (volatile foods) seperti cabai, bawang merah, dan daging. Digitalisasi pemantauan harga juga akan terus difokuskan guna mempercepat lahirnya kebijakan yang adaptif.

 

Rangkaian HLM ini kemudian ditutup dengan pemaparan kesiapan teknis dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Lampung, Ditreskrimsus Polda Lampung, serta Pertamina Regional Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Sekdaprov, para Wali Kota dan Bupati se-Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran Kepala BUMD di lingkungan Pemprov Lampung.(*) Lebih jauh, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memastikan terdistribusinya komoditas pangan dari wilayah yang surplus ke wilayah yang defisit. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi ego sektoral, karena seluruh elemen berada di perahu yang sama demi memastikan masyarakat Lampung dapat menyambut Ramadhan dengan harga yang terkendali. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mengawal inflasi daerah.Menyambung hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai fenomena demand-pull inflation, yaitu potensi kenaikan harga yang murni dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen selama Ramadhan dan Idulfitri. Meskipun memuji rekor inflasi Lampung di angka 1,25 persen, Bimo menekankan bahwa kewaspadaan berlapis harus terus ditingkatkan agar tren positif tersebut tidak berbalik arah dalam beberapa pekan ke depan.Sebagai bentuk dukungan penuh, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi TPID melalui penyediaan analisis data dan proyeksi komoditas penyumbang inflasi secara seketika (real time), terutama untuk kelompok pangan bergejolak (volatile foods) seperti cabai, bawang merah, dan daging. Digitalisasi pemantauan harga juga akan terus difokuskan guna mempercepat lahirnya kebijakan yang adaptif.Rangkaian HLM ini kemudian ditutup dengan pemaparan kesiapan teknis dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Lampung, Ditreskrimsus Polda Lampung, serta Pertamina Regional Lampung. Kegiatan ini turut dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Sekdaprov, para Wali Kota dan Bupati se-Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta jajaran Kepala BUMD di lingkungan Pemprov Lampung.

Example 120x600

𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦‎ ‎ 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝘀𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂𝗻𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝘄𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻. ‎ ‎𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶: ‎ ‎𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦: 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘇𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁. ‎ ‎𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧: 𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶. 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗹𝗶𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗮. ‎ ‎𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶, 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘂-𝗶𝘀𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴.𝗗𝗶 𝗲𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗷𝗲𝗻𝗮𝗸, 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝘂𝗵.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶.𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁—𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸. ‎‎𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺, 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻.

𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu24:00 PM
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐒 𝐀𝐊𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐍𝐄𝐖𝐒
ISO-3166 Alpha-2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎