BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran akbar Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan penuh ini ditegaskan sebagai pilar strategis dalam mewujudkan keakuratan data pembangunan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima audiensi jajaran BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekda, Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Selasa (7/4/2026).
“Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ini adalah agenda nasional yang sangat krusial bagi pemetaan kekuatan ekonomi kita,” tegas Sekdaprov Marindo.
Sebagai bentuk keseriusan tingkat tinggi, Sekdaprov mengungkapkan bahwa Gubernur Lampung telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 183 Tahun 2025. Melalui instruksi resmi tersebut, Gubernur mengajak seluruh jajaran Bupati dan Walikota se-Provinsi Lampung, Kepala Perangkat Daerah, hingga pimpinan asosiasi serta korporasi untuk memberikan dukungan maksimal dan kooperatif selama proses pendataan berlangsung.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri dijadwalkan bergulir serentak mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Agenda nasional berskala masif ini menyasar pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit kegiatan ekonomi di berbagai sektor, di luar sektor pertanian.
Hasil pendataan komprehensif ini nantinya akan menjadi rujukan utama dan panduan strategis bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dalam mengarahkan arah kebijakan masa depan. Berdasarkan pemetaan, data tersebut akan difokuskan untuk:
Penyusunan Kebijakan Tepat Sasaran: Menjadi landasan empiris bagi pemerintah dalam merumuskan program pembangunan ekonomi yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Pemetaan Potensi Investasi: Membuka lembaran baru bagi investor untuk melihat secara transparan peta kekuatan dan peluang bisnis di berbagai wilayah Lampung.
Evaluasi Struktur Ekonomi Wilayah: Membedah dinamika dan ketahanan sektor usaha secara mendalam guna mengantisipasi tantangan ekonomi global.
Menutup arahannya, Sekdaprov Marindo mengimbau seluruh pelaku usaha di Provinsi Lampung—mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga korporasi besar—untuk menyambut petugas sensus dengan kooperatif serta memberikan keterangan secara jujur dan apa adanya.
“Data yang akurat adalah kunci. Tanpa data yang valid, kebijakan yang diambil tidak akan maksimal. Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh pelaku usaha untuk memberikan data yang jujur dan apa adanya kepada petugas sensus nanti,” pesan Sekdaprov.
Melalui orkestrasi koordinasi yang erat antara Pemprov Lampung dan BPS, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sai Bumi Ruwa Jurai diyakini mampu berjalan lancar sesuai standar operasional, sekaligus menjadi bahan bakar utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. 









