‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
BeritaAdvertorialFeed GNKesehatanOlahragaPemerintahanPendidikan

Siaga Pesisir! BPBD Lamsel dan Basarnas Gembleng Pasukan Elit 4 Desa Tangguh Bencana

7363
×

Siaga Pesisir! BPBD Lamsel dan Basarnas Gembleng Pasukan Elit 4 Desa Tangguh Bencana

Sebarkan artikel ini
Siaga Pesisir! BPBD Lamsel dan Basarnas Gembleng Pasukan Elit 4 Desa Tangguh Bencana

Siaga Pesisir! BPBD Lamsel dan Basarnas Gembleng Pasukan Elit 4 Desa Tangguh Bencana

 

KALIANDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, secara resmi merampungkan rangkaian kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) rawan bencana yang digelar secara maraton pada akhir Mei 2026. Program strategis ini menyasar penguatan kapasitas personel Desa Tangguh Bencana (Destana) di empat wilayah pesisir kunci: Destana Suak (21 Mei), Destana Maja (22 Mei), Destana Totoharjo (25 Mei), dan Destana Kelawi (26 Mei).

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

 

Guna menghadirkan transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang komprehensif, BPBD Lampung Selatan menggandeng instruktur berkompeten dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung. Seluruh anggota Destana dibekali dengan materi teoretis serta praktik intensif mengenai tata cara Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), teknik pembidaian pada cedera patah tulang, tindakan penyelamatan jiwa Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP), taktik evakuasi korban dari zona bahaya, yang kemudian diakhiri dengan simulasi kontingensi berskala lokal.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari manajemen risiko bencana di sektor hulu (preventif).

 

“Kegiatan KIE ini didesain sebagai instrumen penguatan kapasitas adaptif masyarakat terhadap ancaman bencana. Kami menggandeng rekan-rekan Basarnas Lampung sebagai instruktur utama agar para anggota Destana mendapatkan pemahaman teknis yang terstandardisasi—bukan sekadar teori,” ungkap Erwan saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Ia menambahkan bahwa saat terjadi bencana, jendela waktu untuk menyelamatkan nyawa (golden time) sangatlah sempit.

 

“Oleh karena itu, kemampuan praktis seperti CPR, pembidaian yang presisi, P3K, hingga teknik evakuasi harus benar-benar dikuasai secara refleks oleh Destana. Melalui simulasi di akhir sesi, kami menguji kesiapan sistem komando tingkat desa. Target jangka panjang kami adalah mewujudkan kemandirian mitigasi, di mana komunitas lokal mampu bertindak sebagai responder pertama (first responder) yang tangguh sebelum bantuan logistik dan personel kabupaten tiba di lokasi,” tegasnya.

 

Secara akademis dan operasional profesional, kegiatan KIE ini didasarkan pada tiga pilar ketangguhan bencana:

 

  • Edukasi Kognitif dan Psikomotorik: Pemaduan materi P3K dan CPR bertujuan meminimalisasi angka mortalitas pra-rumah sakit (pre-hospital mortality rate) saat situasi darurat.

 

  • Standardisasi Prosedur Operasional (SOP): Keterlibatan Basarnas memastikan teknik pembidaian dan manajemen evakuasi korban berjalan sesuai dengan regulasi keselamatan nasional.

 

  • Penguatan Modal Sosial (Social Capital): Pembentukan Destana yang terlatih di Desa Suak, Maja, Totoharjo, dan Kelawi memperkuat struktur pelindung internal masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi maupun geologi di pesisir Lampung Selatan.

 

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H., menegaskan arah kebijakan strategis daerah dalam pembentukan Destana yang berkelanjutan.

 

Siaga Pesisir! BPBD Lamsel dan Basarnas Gembleng Pasukan Elit 4 Desa Tangguh Bencana

 

“Rangkaian kegiatan KIE dan pelatihan intensif ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menggeser paradigma penanggulangan bencana—dari yang semula bersifat tanggap darurat, menjadi responsif dan mengedepankan kesiapsiagaan,” jelas Maturidi.

 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kapabilitas nyata di lapangan yang melampaui sekadar legalitas formal.

 

“Secara regulasi dan kebijakan, kami di BPBD terus mendorong agar desa-desa di wilayah rawan ini tidak hanya tangguh secara formalitas di atas kertas, tetapi benar-benar memiliki modal sosial dan kapabilitas teknis yang mumpuni. Anggota Destana yang telah dilatih bersama Basarnas ini nantinya akan menjadi aset strategis daerah. Mereka adalah perpanjangan tangan kami di garis depan yang memiliki legalitas dan kapasitas operasional,” urainya.

 

“Kami berharap, instansi terkait dan pemerintah desa dapat terus bersinergi menjaga keberlanjutan program ini. Penguatan kapasitas masyarakat adalah kunci utama dalam mereduksi indeks risiko bencana daerah secara signifikan,” pungkas Maturidi. (*) Siaga Pesisir! BPBD Lamsel dan Basarnas Gembleng Pasukan Elit 4 Desa Tangguh Bencana

Example 120x600
082373824496
𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎