Selamatkan Akses Wisata Teluk Kiluan, Wagub Jihan Kebut Perbaikan Longsor Cukuh Balak
Tanggamus – Akses vital penyangga ekonomi dan pariwisata di kawasan pesisir Kabupaten Tanggamus sempat terancam akibat bencana tanah longsor pada awal Februari 2026 lalu. Tingginya curah hujan membuat struktur tanah di tepi jurang menjadi labil, mengancam keselamatan pengguna jalan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) bergerak cepat melakukan percepatan perbaikan di ruas jalan provinsi Sp. Umbar–Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak.
Untuk memastikan pemulihan akses berjalan optimal, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, turun langsung meninjau progres penanganan di lokasi kejadian pada Kamis (26/2/2026).
Di sela-sela tinjauannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa perbaikan jalan ini merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditunda. Kelancaran mobilitas di wilayah ini sangat krusial, tidak hanya bagi keseharian warga, tetapi juga bagi roda ekonomi daerah.
“Jalur ini merupakan salah satu urat nadi penyangga ekonomi dan pariwisata masyarakat di Kabupaten Tanggamus. Jalur ini banyak menghubungkan wisatawan dengan destinasi unggulan seperti Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu,” ungkap Wagub Jihan.
Faktanya, ruas jalan Simpang Umbar–Putih Doh ini baru saja selesai direkonstruksi pada September 2025 lalu. Namun, faktor cuaca ekstrem dan bencana alam menuntut Pemprov Lampung untuk segera melakukan penanganan darurat tambahan guna menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Secara teknis, penanganan darurat saat ini difokuskan pada area STA/Km 20 dengan menerapkan metode penguatan struktur dan perbaikan sistem drainase lereng. Langkah-langkah krusial yang tengah dikerjakan meliputi:
Pemasangan Buis Beton: Berfungsi sebagai saluran drainase lereng untuk mengurangi tekanan air tanah yang menjadi pemicu utama kelabilan tanah.
Pembangunan Struktur Penahan: Penguatan lereng secara masif guna menjaga kestabilan konstruksi jalan dan mencegah terjadinya longsor susulan.
Berdasarkan laporan teknis di lapangan, tim BMBK tengah menangani empat titik longsor yang paling parah. Dari total rencana pengerjaan 10 trap (undakan penahan), separuhnya (5 trap) telah berhasil diselesaikan.
“Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sisa 5 trap pada empat titik perbaikan tersebut akan rampung dalam satu bulan ke depan,” jelas tim teknis di lapangan.
Melalui intervensi cepat ini, Wagub Jihan berharap normalisasi jalan dapat segera memulihkan aktivitas warga secara total. Penanganan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemprov Lampung dalam menjaga konektivitas antarwilayah serta menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang melintasi jalur pesisir eksotis di Kabupaten Tanggamus. (*) 















