Disdikbud Lampung Gandeng Sekolah Swasta Beri Insentif Siswa Gagal Negeri
BANDAR LAMPUNG, (Akuratimes.com) – Bagi para orang tua dan calon siswa yang sedang bersedih karena tidak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau SPMB SMA/SMK Negeri tahun 2026 di Provinsi Lampung, kini ada angin segar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memastikan adanya kebijakan pemberian diskon khusus atau insentif bagi calon siswa yang dialihkan ke sekolah swasta. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi.
Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Disdikbud Lampung dengan pihak pengelola sekolah swasta, khususnya di wilayah Bandar Lampung.
“Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, pihak swasta memberikan kebijakan khusus berupa diskon. Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta membantu anak-anak yang mau sekolah di swasta, terutama bagi peserta didik yang keluarganya kurang mampu,” ungkap Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, Senin (29/6/2026).
Terkait peta sekolah swasta mana saja yang masih kekurangan pendaftar pada SPMB 2026 ini, Thomas menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan menunggu laporan menyeluruh.
“Pihak sekolah swasta belum memberikan laporan final ke kami, dan saya juga belum mengecek secara keseluruhan. Nanti akan kita validasi kembali karena saat ini proses pendaftaran di sekolah swasta pun masih terus dibuka,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat juga banyak yang mempertanyakan nasib kursi kosong di SMA/SMK Negeri akibat adanya calon siswa yang lolos namun tidak melakukan daftar ulang pada tanggal 25-26 Juni 2026 lalu.
Menanggapi hal tersebut, Thomas Amirico mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir atau mencoba mencari “jalur belakang”. Sebab, seluruh sistem pengisian kuota kosong sudah terkomputerisasi secara otomatis.
”Jumlah calon siswa yang tidak daftar ulang sebenarnya sangat kecil, tidak banyak. Setiap sekolah paling hanya ada dua atau tiga orang saja. Biasanya karena mereka memilih pindah ke sekolah swasta unggulan atau lembaga pendidikan kedinasan lain,” papar Thomas.
Thomas menegaskan, jika ada bangku kosong yang ditinggalkan, sistem pendaftaran online (PPDB) akan langsung bekerja memproses penggantinya secara otomatis.
“Sistem yang akan menarik nama dari urutan peringkat tepat di bawahnya secara real-time. Jadi otomatis naik menggantikan yang tidak daftar ulang. Tidak ada permainan manual,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Disdikbud Provinsi Lampung meminta para orang tua siswa yang anaknya dinyatakan gugur di sekolah negeri untuk segera mengalihkan pendaftaran ke sekolah swasta terdekat.
Meskipun beberapa sekolah swasta besar dan favorit di Lampung rata-rata kuotanya sudah terpenuhi, Thomas menyebut masih banyak sekolah swasta berkualitas lainnya yang membuka domisili pendaftaran dan siap menerima siswa baru dengan program insentif khusus tersebut.(***) 















