‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
BeritaFeed GNPemerintahan

Ubur-ubur hingga Tongkol Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pesisir

8657
×

Ubur-ubur hingga Tongkol Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pesisir

Sebarkan artikel ini
Ubur-ubur hingga Tongkol Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pesisir
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma Setiawan (tengah, berkemeja batik hijau), saat bertemu langsung dengan para nelayan di pantai Tanggamus. Dalam kesempatan ini, ia menegaskan bahwa tren produksi sektor perikanan tangkap dan budidaya di wilayah tersebut masih berada dalam jalur positif. (Foto: Dokumen Dinas Perikanan Tanggamus)

Ubur-ubur hingga Tongkol Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pesisir

 

TANGGAMUS, (Akuratimes.com) – Sektor perikanan di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, terus menunjukkan tajinya sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Komoditas laut unggulan seperti ubur-ubur, ikan tongkol, layang biru, kembung, selar kuning, hingga nibung, kini tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam produksi perikanan daerah.


Deretan hasil laut ini tidak sekadar menjadi andalan di jaring nelayan, melainkan telah membentuk struktur ekonomi pesisir yang kian tangguh di kawasan yang dijuluki Bumi Begawi Jejama tersebut.


Dalam beberapa tahun terakhir, tren pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan di Tanggamus melaju dengan sangat stabil. Kombinasi aktivitas perikanan tangkap di perairan lepas dan pengelolaan budidaya tambak darat kini berjalan harmonis, menjadi poros utama penghidupan warga pesisir hingga pedalaman. Ubur-ubur hingga Tongkol Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pesisir
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma Setiawan, menegaskan bahwa kurva produksi pada kedua sektor tersebut secara konsisten berada pada jalur yang positif.


“Perikanan tangkap memiliki tren peningkatan setiap tahunnya. Begitu juga sektor budidaya yang hampir di setiap tahun selalu mengalami lonjakan produksi,” jelas Darma.


‎Menariknya, distribusi komoditas perikanan di Tanggamus memperlihatkan spesialisasi yang kuat antarwilayah. Karakteristik perairan di masing-masing kecamatan turut menentukan jenis hasil tangkapan nelayan setempat.


Kecamatan Pematang Sawa, misalnya, kini bersinar dan diakui sebagai sentra utama produksi ubur-ubur. Sementara itu, perairan di wilayah Kota Agung dan Limau mendominasi sebagai lumbung penyuplai ikan pelagis seperti tongkol, layang biru, kembung, dan selar kuning.


‎Meski tren menunjukkan grafik positif, Pemerintah Kabupaten Tanggamus tidak menampik adanya sejumlah tantangan yang kerap membayangi fluktuasi produksi. Dinamika cuaca yang tak menentu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan, kualitas benih, hingga ancaman hama dan penyakit ikan masih menjadi pekerjaan rumah.


‎Untuk memastikan produktivitas tetap terjaga, Dinas Perikanan Tanggamus mengambil langkah strategis melalui akselerasi teknologi dan penguatan sarana prasarana.


‎Program pemberdayaan bagi para pembudidaya ikan berskala kecil terus digulirkan. Tidak hanya bantuan alat, pemerintah juga mulai memperluas edukasi penerapan teknologi perikanan modern, seperti sistem bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS).


Langkah taktis ini diarahkan untuk mendongkrak daya saing perikanan sekaligus mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan target pertumbuhan produksi budidaya yang dipatok stabil di atas 3 persen per tahun, sektor perikanan diharapkan akan terus mengukuhkan posisinya sebagai penopang utama ekonomi Kabupaten Tanggamus.(*) Ubur-ubur hingga Tongkol Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pesisir

Example 120x600
082373824496
𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎