‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
BeritaFeed GNKesehatanOlahragaPemerintahan

Bukan Sekadar Angkut Sampah! Ini Sederet Gebrakan Hebat Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu di Tahun 2026

8753
×

Bukan Sekadar Angkut Sampah! Ini Sederet Gebrakan Hebat Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Angkut Sampah! Ini Sederet Gebrakan Hebat Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu di Tahun 2026

Bukan Sekadar Angkut Sampah! Ini Sederet Gebrakan Hebat Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu di Tahun 2026Bukan Sekadar Angkut Sampah! Ini Sederet Gebrakan Hebat Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu di Tahun 2026

PRINGSEWU, (Akuratimes.com) — Tata kelola lingkungan hidup di Kabupaten Pringsewu mencatatkan sejarah emas dan transformasi radikal sepanjang tahun 2026. Menghadapi ancaman krisis kelebihan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bumi Ayu dan ketatnya tenggat waktu regulasi nasional, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu justru meresponsnya dengan lompatan inovasi yang luar biasa.

Di bawah komando Kepala Dinas yang baru, dr. Ulin Noha, M.Kes., institusi ini sukses mengubah paradigma dari sekadar “tukang sapu jalan” menjadi motor penggerak ekonomi sirkular dan pelindung ketahanan kesehatan masyarakat.

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

Berbekal latar belakang medis yang kuat, dr. Ulin Noha mendiagnosis masalah lingkungan—seperti tumpukan sampah dan polusi—melalui kacamata kesehatan masyarakat paripurna (public health perspective). Hasilnya adalah serangkaian kebijakan taktis yang tidak hanya membersihkan kota, tetapi juga menyehatkan warga dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

Ancaman penumpukan 121 ton defisit sampah harian di Pringsewu tidak diselesaikan dengan cara usang, melainkan dicegat langsung dari hulunya. Memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026, DLH Pringsewu secara resmi meluncurkan inisiatif raksasa: “Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah” dan peresmian “Bank Sampah Induk Pringsewu Resik”.

Gebrakan ini terbukti sangat efektif karena melibatkan kolaborasi masif dengan Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pringsewu. Berikut adalah pencapaian monumental dari inisiatif ini:

  • Pembentukan 45 Bank Sampah Unit (BSU) baru hanya dalam kurun waktu dua bulan yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan.

  • Penyaluran ribuan karung pilah standar, timbangan digital presisi, dan bibit tanaman gratis sebagai insentif bagi masyarakat.

  • Penandatanganan MoU strategis dengan raksasa korporasi PT. Indofood dan CV. Top Central Plastic, yang menjamin kepastian pembeli (offtaker) sehingga harga jual sampah plastik warga tetap tinggi dan stabil.

Melalui skema ini, sampah anorganik berhasil dicegat sebelum membusuk di TPA Bumi Ayu, sekaligus memberikan suntikan pendapatan tambahan bagi perekonomian warga di tingkat Rukun Tetangga (RT).

Kapasitas DLH Pringsewu dalam melindungi masyarakat juga diuji secara nyata pada April 2026. Saat warga Lingkungan 1, Kelurahan Pringsewu Selatan diresahkan oleh polusi udara menyengat akibat puluhan ribu bangkai kelelawar di sebuah gedung walet tak terpakai, DLH bergerak dengan kecepatan tinggi.

Tidak sekadar mengangkut sumber penyakit, dr. Ulin Noha memastikan proses ini dikawal dengan standar intervensi medis lingkungan.

  • Evakuasi puluhan karung biomassa beracun dilakukan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat.

  • Kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan disinfektan berspektrum luas guna menetralisir patogen dan endospora di radius permukiman.

  • Penyusunan rekomendasi korektif pengetatan izin AMDAL bagi bangunan eks-sarang walet agar insiden serupa tidak terulang.

 

Keberhasilan DLH Pringsewu di tahun 2026 juga diinvestasikan untuk masa depan jangka panjang. Melalui akselerasi Program Adiwiyata, DLH sukses mendampingi UPT SMP Negeri 4 Pringsewu menuju predikat tertinggi “Adiwiyata Mandiri”, yang menerapkan kultur Zero Waste dan memberdayakan siswa sebagai “Kader Kembang Seroja”. Program ini juga sukses menembus institusi swasta seperti SMA Xaverius Pringsewu.

Di ruang publik, DLH merajut kolaborasi epik untuk membangun paru-paru kota. Melalui sinergi dengan gerakan Pramuka pada perhelatan Pertikarada III Provinsi Lampung, ratusan pemuda dilibatkan langsung dalam penanaman pohon masal. Lebih dari itu, DLH mengeksekusi penanaman sabuk hijau (green belt) di Terminal Gadingrejo. Pepohonan peneduh ini dirancang berfungsi sebagai bio-filter raksasa yang menyerap emisi gas buang kendaraan dan menyuplai oksigen bersih bagi masyarakat yang beraktivitas di sentra ekonomi tersebut.

Kunci sukses dari seluruh manuver positif DLH Pringsewu di tahun 2026 adalah kemampuannya menanggalkan ego sektoral. Keterlibatan komunitas akar rumput seperti “Komunitas Ayo Menanam”, sinergi dengan Klinik Kosasih Medika Lampung yang memberikan layanan kesehatan gratis di setiap acara lingkungan, hingga apresiasi setinggi-tingginya bagi para pahlawan kebersihan di garis depan, menjadi bukti nyata tatanan tata kelola yang inklusif.

Tahun 2026 telah menjadi “titik nol” kebangkitan peradaban ekologis di Pringsewu. DLH di bawah kepemimpinan dr. Ulin Noha telah memberikan percontohan blueprint berskala nasional: bahwa dengan inovasi, kolaborasi partisipatif, dan pendekatan kesehatan masyarakat, krisis lingkungan sebesar apa pun dapat diubah menjadi pijakan kokoh menuju tata kelola kota yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan.(*) Bukan Sekadar Angkut Sampah! Ini Sederet Gebrakan Hebat Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu di Tahun 2026

Example 120x600
082373824496
𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
error: Content is protected !!
Index
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎