‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test adDisplay a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
Perkuat Akuntabilitas, BPKAD Lampung Gelar Exit Meeting Bahas Temuan Audit BPK

Perkuat Akuntabilitas, BPKAD Lampung Gelar Exit Meeting Bahas Temuan Audit BPK

Pemerintahan

Perkuat Akuntabilitas, BPKAD Lampung Gelar Exit Meeting Bahas Temuan Audit BPK. BPKAD Provinsi Lampung gelar exit meeting bersama BPK Perwakilan Lampung untuk membahas temuan audit dan memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Plt. Kepala BPKAD, Nurul Fajri, tegaskan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan tepercaya.

Example 468x60
KADIS DPLH Bungkam, Dugaan Korupsi di Pesawaran Semakin Menguat

KADIS DPLH Bungkam, Dugaan Korupsi di Pesawaran Semakin Menguat

Korupsi

KADIS DPLH Bungkam, Dugaan Korupsi di Pesawaran Semakin Menguat. membongkar dugaan korupsi sistematis dalam Rencana Umum Pengadaan Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Pesawaran untuk APBD 2024. Dengan total anggaran Rp 2,45 miliar, analisis mengungkap modus operandi busuk seperti penggelembungan harga (mark-up) brutal pada sewa alat berat dan pakaian dinas, serta pemecahan puluhan paket pengadaan untuk menghindari lelang terbuka. Dugaan semakin diperkuat dengan alokasi anggaran swakelola yang tidak wajar dan berpotensi fiktif. Kepala Dinas DLH, Dra. Linda Sari, M.M., memilih bungkam saat dikonfirmasi, menambah kecurigaan publik atas praktik lancung yang merugikan keuangan negara.

PENYAKIT LAMA KAMBUH LAGI! Rp154 Juta Uang Sampah ‘Raib’ Kepala DLH Veni Devialesti Jadi Sorotan

PENYAKIT LAMA KAMBUH LAGI! Rp154 Juta Uang Sampah ‘Raib’ Kepala DLH Veni Devialesti Jadi Sorotan

Korupsi

PENYAKIT LAMA KAMBUH LAGI! Rp154 Juta Uang Sampah ‘Raib’ Kepala DLH Veni Devialesti Jadi Sorotan. Setiap tahun BPK menemukan, setiap tahun dinas mencicil, dan setiap tahun ada sisa yang ‘hilang’. Ini bukan lagi siklus administrasi, ini adalah siklus korupsi. Uang sampah rakyat telah dijadikan ATM tahunan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎