‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
KorupsiBeritaHukum dan KriminalPemerintahan

Modus Pecah Paket dan Anggaran Janggal Dinas PUPR Bandar Lampung Rp 298 Miliar

5040
×

Modus Pecah Paket dan Anggaran Janggal Dinas PUPR Bandar Lampung Rp 298 Miliar

Sebarkan artikel ini
Pecah Paket dan Anggaran Janggal Dinas PUPR Bandar Lampung Rp 298 Miliar
Modus Pecah Paket dan Anggaran Janggal Dinas PUPR Bandar Lampung Rp 298 Miliar

BANDAR LAMPUNG – Sebuah analisis investigatif mendalam terhadap Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandar Lampung tahun 2024 mengungkap adanya dugaan praktik korupsi yang terjadi secara masif, sistematis, dan terstruktur. Dengan total pagu anggaran fantastis mencapai Rp 298,88 miliar yang dipecah ke dalam lebih dari 700 paket pekerjaan, dinas yang dipimpin oleh Kepala Dinas Dedi Sutiyoso ini ditengarai menggunakan modus operandi canggih untuk menghindari lelang terbuka dan mengarahkan proyek kepada pihak-pihak tertentu.

 

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

Temuan utama menunjukkan adanya dua strategi utama yang saling terkait: pemecahan paket (project splitting) secara masif dan penyalahgunaan metode E-purchasing untuk proyek konstruksi. Kombinasi keduanya menciptakan sebuah sistem tertutup yang sangat rentan terhadap kolusi dan berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.


Modus “Proyek Kembar” Bernilai Rp 199 Juta

 

Jantung dari dugaan skandal ini adalah praktik pemecahan paket yang dilakukan secara terang-terangan. Ratusan paket pekerjaan, terutama untuk pembangunan drainase dan peningkatan jalan lingkungan, sengaja dianggarkan dengan nilai pagu yang seragam dan janggal, yakni tepat di bawah ambang batas tender sebesar Rp 200 juta.

 

Analisis data RUP menunjukkan kemunculan berulang kali paket-paket dengan nilai “keramat” seperti Rp 199.999.000 atau Rp 199.990.000. Pola ini bukanlah kebetulan, melainkan “sidik jari” dari sebuah niat yang disengaja untuk menghindari tender yang kompetitif.

 

Sebagai contoh:

  • Pembangunan Drainase Lingkungan Gg. Rukun Kel. Surabaya: Rp 199.999.000

 

  • Pembangunan Drainase Lingkungan Gg. Hi. Iskak Kel. Surabaya: Rp 199.999.000

 

Kedua proyek ini, yang berlokasi di kelurahan yang sama, jika digabungkan bernilai hampir Rp 400 juta. Seharusnya, proyek ini menjadi satu paket yang dilelang secara terbuka. Namun, dengan memecahnya, Dinas PUPR secara “legal” dapat menghindari kewajiban tersebut. Pola serupa ditemukan di puluhan kelurahan lain di seluruh Bandar Lampung, dari Tanjung Senang hingga Kedamaian, menunjukkan bahwa ini adalah sebuah strategi yang terlembaga.

 

“Ini adalah modus klasik untuk membunuh persaingan sehat,” ujar Junaidi Pemerhati Anggaran Lampung. “Dengan menghindari tender, pejabat memiliki keleluasaan penuh untuk menunjuk langsung kontraktor pilihan mereka, yang seringkali membuka pintu untuk praktik ‘kickback’ atau imbalan.”


Penyalahgunaan E-Purchasing Sebagai Alat Eksekusi

 

Sebagai konsekuensi logis dari pemecahan paket, hampir semua proyek “kembar” senilai Rp 199 juta tersebut dieksekusi melalui metode E-purchasing (pembelian melalui katalog elektronik). Metode ini sejatinya dirancang untuk pengadaan barang/jasa standar yang sederhana, bukan untuk proyek konstruksi yang memiliki karakteristik unik di setiap lokasi.

Penyalahgunaan E-purchasing secara massal ini mengubah proses pengadaan menjadi sekadar “belanja online”, di mana kompetisi harga dan kualitas yang seharusnya terjadi dalam tender dihilangkan. Sistem ini menciptakan sebuah arsitektur lengkap untuk membajak proses pengadaan:

  1. Perencanaan: Proyek besar dipecah menjadi ratusan proyek kecil di bawah Rp 200 juta.
  2. Pemilihan Metode: Paket-paket tersebut ditetapkan menggunakan E-purchasing untuk menghindari tender.
  3. Eksekusi: Pejabat dengan leluasa memilih penyedia dari daftar terbatas di katalog, membuka peluang besar untuk mengarahkan proyek kepada kontraktor yang sudah “dikondisikan”.

 

Berdasarkan estimasi konservatif, dengan asumsi tingkat inefisiensi atau mark-up sebesar 20% pada puluhan miliar rupiah anggaran yang dialokasikan melalui modus ini, potensi kerugian negara ditaksir dapat mendekati angka Rp 10 Miliar untuk tahun 2024 saja.


 

Selain modus pemecahan paket, analisis juga menemukan anomali pada pagu anggaran bernilai besar yang mengindikasikan potensi penggelembungan (mark-up). Salah satu yang paling mencolok adalah paket “Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan” dengan nilai fantastis Rp 718,18 juta.

 

Nilai sebesar ini untuk sebuah jasa pengawasan menyiratkan proyek fisik yang diawasi bernilai puluhan miliar rupiah. Namun, tidak ada transparansi mengenai proyek induk mana yang diawasi, memunculkan kecurigaan bahwa pagu anggaran ini digelembungkan jauh di atas harga wajar.

 

Lebih jauh, pemetaan sebaran ratusan proyek kecil ini menunjukkan adanya konsentrasi geografis di wilayah-wilayah tertentu. Hal ini menimbulkan dugaan kuat adanya politisasi anggaran, di mana proyek-proyek tersebut tidak dialokasikan berdasarkan kebutuhan teknis, melainkan sebagai “dana aspirasi” terselubung untuk kepentingan politik dan memelihara basis dukungan kontraktor lokal.

Modus Pecah Paket dan Anggaran Janggal Dinas PUPR Bandar Lampung Rp 298 Miliar

Temuan-temuan ini menjadi alarm darurat bagi seluruh lembaga pengawas dan penegak hukum.

 

  • Inspektorat Kota dan DPRD Bandar Lampung didesak untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh dan memanggil Kepala Dinas PUPR Dedi Sutiyoso untuk memberikan pertanggungjawaban publik.

 

  • Aparat Penegak Hukum (Kejaksaan dan Kepolisian) diharapkan dapat menjadikan laporan ini sebagai pintu masuk untuk melakukan penyelidikan proaktif atas dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

 

  • Masyarakat Sipil dan Media diundang untuk terus mengawal proses pengadaan dan menuntut transparansi agar dana publik benar-benar digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk segelintir elite dan kroni-kroninya.*RED

Tonton video selengkapnya:

Example 120x600

𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦‎ ‎ 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝘀𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂𝗻𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝘄𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻. ‎ ‎𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶: ‎ ‎𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦: 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘇𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁. ‎ ‎𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧: 𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶. 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗹𝗶𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗮. ‎ ‎𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶, 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘂-𝗶𝘀𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴.𝗗𝗶 𝗲𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗷𝗲𝗻𝗮𝗸, 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝘂𝗵.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶.𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁—𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸. ‎‎𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺, 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻.

𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu24:00 PM
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐒 𝐀𝐊𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐍𝐄𝐖𝐒
ISO-3166 Alpha-2
error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎