Kinerja APBD: PAD Provinsi Lampung Sukses Tembus Rp922,6 Miliar di Caturwulan Pertama 2026
BANDAR LAMPUNG — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung menunjukkan tren yang sangat positif di awal tahun. Hingga akhir April 2026, pundi-pundi penerimaan daerah tercatat telah menembus angka Rp922,6 miliar. Capaian impresif ini ditopang kuat oleh tujuh sektor pajak daerah yang menjadi penyumbang utama kelancaran roda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul, merinci bahwa tulang punggung pendapatan tersebut bersumber dari optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Selain itu, kontribusi signifikan juga mengalir dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Rokok, Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Alat Berat, hingga Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Menurut Saipul, laju realisasi PAD hingga bulan keempat ini masih terukur dan berjalan tepat di atas rel target caturwulanan, meskipun sempat diwarnai sejumlah tantangan kalender kerja.
“Kalau dilihat pada triwulan pertama, memang ada tantangan tersendiri karena cukup banyak hari libur. Ada bulan puasa, libur Lebaran, cuti bersama, bahkan di awal bulan juga banyak tanggal merah. Hal ini tentu sedikit banyak memengaruhi dinamika aktivitas pelayanan dan pembayaran pajak masyarakat,” jelas Saipul di Bandar Lampung, Rabu (20/5/2026).
Selain pajak daerah, tren menggembirakan juga terlihat pada sektor retribusi daerah. Hingga April 2026, persentase realisasi retribusi telah menyentuh angka 30,35 persen, sebuah capaian yang nyaris memenuhi target triwulanan yang dipatok oleh pemerintah daerah.
“Retribusi ini terbagi atas jasa umum dan jasa usaha. Jasa umum mencakup pelayanan seperti BLUD Dinas Kesehatan, sementara jasa usaha berasal dari optimalisasi aset daerah seperti penyewaan lahan, gedung, dan fasilitas lainnya,” urai Saipul lebih lanjut.
Secara nominal kumulatif, performa penerimaan dari sektor pajak daerah sendiri telah menembus Rp895,6 miliar, atau kian mendekati angka psikologis Rp1 triliun. Sementara itu, kran pendapatan dari retribusi daerah sukses membukukan angka Rp146,2 miliar.
Melihat ritme penerimaan yang progresif ini, Bapenda Provinsi Lampung memancarkan optimisme tinggi bahwa target total PAD di tahun 2026 akan tercapai maksimal pada akhir tahun tutup buku. Keyakinan tersebut turut ditopang oleh serangkaian kebijakan strategis dan inovasi layanan Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai efektif mendongkrak tingkat kepatuhan wajib pajak di Bumi Ruwa Jurai.(*) 















