RSUD Batin Mangunang Hadirkan Layanan Jantung dan Kanker Terpadu, Akhiri Jarak Rujukan Medis
KOTAAGUNG — Kabupaten Tanggamus baru saja mencatat sejarah gemilang dalam lanskap pelayanan kesehatan masyarakat. Hari-hari di mana warga harus melakukan perjalanan darat yang melelahkan dan berisiko tinggi menuju Bandar Lampung demi mendapatkan penanganan medis lanjutan, kini perlahan berakhir.
Melalui peresmian fasilitas medis mutakhir pada 7 April 2026 oleh Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang kini telah bertransformasi menjadi pusat rujukan kesehatan yang tangguh dan mandiri. Kehadiran fasilitas canggih ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan sebuah lompatan besar untuk menyelamatkan ribuan nyawa dan melindungi ekonomi keluarga di Tanggamus dari biaya pengobatan jarak jauh yang membengkak.
Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Theresia Hutabarat, RSUD Batin Mangunang membuktikan komitmennya untuk menghadirkan kualitas pelayanan yang setara dengan rumah sakit besar di ibu kota provinsi. Penambahan fasilitas fisik ini diimbangi dengan kesiapan tenaga medis profesional, waktu respons pelayanan yang lebih cepat, dan standar mutu keselamatan yang tinggi.
Salah satu terobosan paling revolusioner di RSUD Batin Mangunang tahun ini adalah beroperasinya Laboratorium Kateterisasi Jantung atau Cath Lab. Dalam penanganan serangan jantung, dunia medis mengenal istilah time is muscle —setiap menit keterlambatan penanganan berarti kerusakan permanen pada otot jantung.
Sebelumnya, pasien serangan jantung di Kotaagung harus bertaruh nyawa di dalam ambulans menuju Bandar Lampung. Kini, dengan adanya fasilitas Cath Lab, tindakan penyelamatan seperti pemasangan ring jantung (stent) dapat langsung dilakukan di tempat tanpa perlu operasi bedah dada terbuka. Jendela keselamatan pasien menjadi jauh lebih lebar.
Selain penanganan jantung, RSUD Batin Mangunang kini menyiagakan ruang perawatan intensif khusus untuk anak (PICU) dan bayi baru lahir (NICU). Bayi yang lahir prematur atau anak-anak yang mengalami kondisi kritis pasca-trauma kini bisa mendapatkan penunjang hidup canggih sejak detik pertama kehidupan mereka, memangkas drastis risiko kematian akibat evakuasi medis antarkota.
Bagi pasien dengan penyakit kronis, jarak tempuh adalah musuh utama yang menguras fisik dan finansial. RSUD Batin Mangunang menjawab jeritan masyarakat dengan meresmikan layanan Penanganan Sitotoksik (Kemoterapi) dan Hemodialisa (Cuci Darah).
Layanan kemoterapi ini dilengkapi dengan sistem keamanan tingkat tinggi berstandar penyaring HEPA dan ruang bertekanan negatif. Artinya, pasien kanker—seperti kanker payudara—kini dapat menjalani siklus pengobatan ruting mereka di Tanggamus dengan aman dan nyaman. Sinergi ini juga diperkuat dengan fasilitas Mammografi modern untuk mendeteksi tumor payudara sejak stadium sangat awal.
Bagi ratusan pejuang gagal ginjal, kehadiran mesin Hemodialisa di RSUD Batin Mangunang memulihkan harapan dan martabat mereka. Warga tak perlu lagi kehilangan waktu produktif dan biaya transportasi besar untuk melakukan cuci darah rutin di luar kota. Semua prosedur mutakhir ini telah terintegrasi dengan pembiayaan BPJS Kesehatan, menahan perputaran uang tetap berada di Tanggamus dan menghapus beban “toksisitas finansial” dari pundak keluarga pasien.
Inovasi yang dilakukan RSUD Batin Mangunang tidak berdiri sendiri. Bupati Tanggamus bersama jajaran eksekutif—termasuk dukungan dari Setdakab dan Dinas Kominfo—tengah merajut arsitektur kesehatan yang komprehensif. Sebagai strategi penopang, pemerintah juga tengah menyiapkan RSUD Tipe D di Talang Padang untuk menangani kasus-kasus penyakit dasar. Dengan demikian, RSUD Batin Mangunang dapat fokus secara optimal menangani kasus-kasus kedaruratan tinggi dan penyakit kronis kompleks.
Dukungan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang berfokus pada deteksi biomolekuler dan patologi semakin melengkapi kekuatan diagnostik di wilayah ini. Sinergi sempurna inilah yang baru-baru ini mengantarkan Tanggamus meraih penghargaan nasional sebagai Ibu Kota Inovasi Kesehatan dan Infrastruktur.
Peresmian fasilitas di bulan April 2026 ini bukan sekadar pencapaian bagi RSUD Batin Mangunang, melainkan kemenangan bagi seluruh masyarakat Tanggamus. Dengan peralatan mutakhir, kemandirian layanan BPJS, dan dedikasi penuh tenaga medis di bawah arahan dr. Theresia Hutabarat, RSUD Batin Mangunang tidak hanya siap merawat warga Tanggamus, tetapi berpotensi besar menjadi episentrum rujukan medis utama bagi kabupaten-kabupaten tetangga di pesisir selatan Sumatera. Kini, harapan akan kesembuhan itu telah hadir di rumah sendiri.(*)
Baca Juga: RSUD Batin Mangunang Genjot Kualitas Layanan Melalui Digitalisasi dan Penambahan Spesialis












