Wajah Baru Biro Kesra Lampung 2026: Pelayanan Makin Transparan, Bantuan Tepat Sasaran, dan Dorong Ekonomi Warga
BANDAR LAMPUNG — Memasuki pertengahan tahun 2026, pelayanan publik di Provinsi Lampung, khususnya yang mengurusi urusan sosial dan keagamaan, menunjukkan perubahan yang sangat menggembirakan. Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Lampung kini tampil dengan wajah baru yang lebih bersih, cepat tanggap, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.
Di bawah kepemimpinan Kepala Biro yang baru, Yuri Agustina Primasari, instansi ini perlahan meninggalkan masalah masa lalu dan membuktikan kinerjanya. Perubahan ini sejalan dengan arahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal untuk menghadirkan pemerintahan yang jujur dan benar-benar bekerja untuk rakyat.
Salah satu langkah paling tegas yang diambil tahun ini adalah menutup rapat-rapat celah korupsi atau pungutan liar (pungli) dalam pembagian dana bantuan (hibah) untuk lembaga keagamaan dan rumah ibadah.
Jika dulu bantuan sering diurus lewat “perantara” dan dicairkan secara tunai, kini aturannya diubah total. Semua pengajuan bantuan harus lewat pendataan yang ketat. Setelah disetujui, dana bantuan akan langsung ditransfer dari bank ke rekening resmi pengurus masjid atau rumah ibadah penerima. Sistem serba digital ini memastikan setiap rupiah dari uang rakyat sampai dengan utuh tanpa ada potongan sepeser pun di tengah jalan. Keberanian berbenah ini bahkan mendapat apresiasi saat pemeriksaan rutin dari Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu.
Manfaat langsung juga sangat dirasakan oleh para peternak di desa-desa. Saat mengurus bantuan 16 ekor sapi kurban dari Presiden menjelang Idul Adha, Biro Kesra mengambil keputusan cerdas: seluruh sapi harus dibeli dari peternak lokal di Lampung, bukan dari perusahaan besar.
Bersama dinas terkait, tim pemerintah turun langsung memeriksa kesehatan dan kelayakan sapi di berbagai kabupaten. Hasilnya sangat membanggakan, salah satu sapi terbesar berjenis Limousin dengan berat lebih dari satu ton berhasil dibeli dari peternak mandiri asal Kota Metro. Langkah ini tidak hanya memastikan daging kurban aman dari penyakit, tetapi juga memutar miliaran rupiah uang bantuan langsung ke kantong warga desa sehingga ekonomi daerah ikut bergerak.
Biro Kesra kini tidak hanya mengurus bantuan sembako atau urusan agama saja, tetapi juga mulai membela nasib pekerja yang selama ini kurang mendapat perhatian. Tahun ini, pemerintah provinsi secara terbuka turun tangan mengawal hak Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus bagi puluhan ribu pengemudi ojek online (ojol) serta kurir. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir memastikan perusahaan besar mau berbagi keuntungan di momen hari raya.
Kabar baik lainnya juga datang bagi para calon jemaah haji asal Lampung. Mengingat mahalnya biaya transportasi, pemerintah provinsi turun tangan memberikan potongan harga. Pemerintah membiayai sebagian ongkos perjalanan jemaah dari daerah menuju asrama haji hingga bandara. Bantuan ini sangat meringankan beban warga, sehingga mereka tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya tambahan transportasi yang sering membengkak jelang keberangkatan.
Untuk membantu warga yang kurang mampu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan uang zakat dengan lebih baik. Hal ini dicontohkan langsung oleh Gubernur dan para pejabat tinggi yang secara terbuka menyalurkan zakat mereka melalui lembaga resmi BAZNAS menjelang Idul Fitri. Uang zakat yang terkumpul ini kemudian disalurkan dengan rapi untuk membantu warga prasejahtera merayakan hari raya dengan layak, tanpa harus membebani kas daerah.
Di samping urusan ekonomi, kerukunan warga juga menjadi perhatian utama. Sadar bahwa permusuhan kini sering berawal dari media sosial, Biro Kesra bekerja sama dengan Dinas Kominfo untuk menangkal berita bohong (hoaks) yang berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Lewat kampanye digital yang menyejukkan, pemerintah berupaya keras menjaga agar masyarakat Lampung tetap rukun, aman, dan tidak mudah diadu domba di dunia maya.
Secara keseluruhan, gebrakan Biro Kesra di tahun 2026 ini membawa angin segar bagi warga Lampung. Birokrasi yang dulunya terkesan kaku dan berbelit, kini menjelma menjadi pelayan masyarakat yang modern, jujur, dan selalu mencari jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan warga dari berbagai kalangan.(*) 















