‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
KorupsiBerita

Proyek Mewah Pejabat Diduga Dikunci, Anggaran Pemeliharaan Dipecah-Pecah

1003
×

Proyek Mewah Pejabat Diduga Dikunci, Anggaran Pemeliharaan Dipecah-Pecah

Sebarkan artikel ini
Proyek Mewah Pejabat Diduga Dikunci, Anggaran Pemeliharaan Dipecah-Pecah

Proyek Mewah Pejabat Diduga Dikunci, Anggaran Pemeliharaan Dipecah-Pecah


LSM Tunas Bangsa Bongkar Dugaan Pengaturan Tender dan Modus Akal-akalan Anggaran di Lingkungan Sekretariat Daerah. APH Didesak Turun Tangan.

 

KALIANDA, LAMPUNG SELATAN – Dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang sistematis disinyalir kuat menggerogoti tubuh Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan. Modus operandi ini terendus melalui serangkaian proyek pengadaan barang dan jasa bernilai miliaran rupiah pada APBD 2024, yang sarat dengan kejanggalan, mulai dari proses lelang yang terkondisi hingga penggunaan metode Pengadaan Langsung untuk proyek-proyek bernilai fantastis.

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

 

Ketua DPP LSM Tunas Bangsa, Birman Sandi, membongkar borok ini dengan menunjukkan data-data yang tak terbantahkan. Menurutnya, Bagian Umum/Perlengkapan di lingkungan Setdakab Lampung Selatan telah menjadi “lahan basah” untuk proyek-proyek fasilitas penunjang mewah yang minim dampak langsung bagi masyarakat luas.

 

“Kami melihat ada pola yang sangat jelas dan terstruktur. Anggaran digelontorkan untuk proyek-proyek yang terkesan sebagai pemborosan, sementara proses pengadaannya penuh dengan tanda tanya besar. Ini adalah pengkhianatan terhadap uang rakyat,” tegas Birman Sandi kepada media.

 

Kejanggalan Pertama: Tender “Satu Pintu” Renovasi Fasilitas Bupati

Analisis mendalam LSM Tunas Bangsa menyoroti dua proyek renovasi fasilitas pejabat yang proses tendernya patut dicurigai:

1. Rehabilitasi Guest House Rumah Dinas Bupati (Kode Tender: 89081802)

  • Nilai Kontrak: Rp 995.828.650,80
  • Pemenang: anugrah konstruksi pratama
  • Fakta Ganjil: Pemenang tender ini memberikan penawaran nyaris menempel pagu anggaran. Harga penawaran terkoreksi sebesar Rp 996.819.325,80 hanya berjarak 0,31% dari Nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp 999.996.364,22. Setelah negosiasi, kontrak akhir hanya turun sedikit.
  • Modus Terendus: Dari 16 peserta yang mendaftar, mayoritas digugurkan dengan alasan teknis yang sepele, seperti “tidak memenuhi Dokumen Teknis (Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK))”. Ini adalah modus klasik untuk menyingkirkan pesaing dan memuluskan jalan bagi pemenang yang sudah diarahkan. “Kompetisi macam apa ini? Ini bukan lelang, ini arisan,” sindir Birman.

2. Pembangunan Guest House Rumdin Kejari (Hibah) (Kode Tender: 88155802)

  • Nilai Kontrak: Rp 998.480.107,82 Pemenang: CV. MENANGSI JAYA Fakta Ganjil: Pola serupa terjadi. Penawaran pemenang sangat tinggi dan hanya sedikit di bawah HPS. Proyek hibah ini juga menimbulkan pertanyaan etis terkait potensi konflik kepentingan di masa depan.

 

Kejanggalan Kedua: Proyek Pagar “Sultan” dan Biaya Pengawasan Fantastis

Publik Lampung Selatan kembali dibuat tercengang dengan adanya proyek Pembangunan Pagar Lampung Selatan Expo (Kode Tender: 88969802).

  • Nilai Kontrak Pagar: Rp 1.723.658.974,93 (Pemenang: Affika Karya Mandiri)

 

  • Nilai Kontrak Pengawasan: Rp 198.584.550,00 (Pemenang: MADIFA PERSADA)

Birman Sandi mempertanyakan urgensi dan kewajaran anggaran yang mencapai Rp 1,7 Miliar hanya untuk sebuah pagar. “Spesifikasi teknis pagar seperti apa yang harganya semahal ini? Apakah terbuat dari emas? Ini jelas merupakan pos anggaran yang rawan di-mark-up secara brutal,” ujarnya.

Lebih lanjut, anggaran pengawasan yang mencapai hampir Rp 200 Juta untuk proyek pagar juga dinilai tidak masuk akal dan menjadi pos rawan korupsi tersendiri.

 

Kejanggalan Ketiga: Anggaran Lewat Pengadaan Langsung

Bukti paling telak dari dugaan permainan anggaran ditemukan dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang menggunakan metode Pengadaan Langsung untuk proyek bernilai ratusan juta, sebuah pelanggaran nyata terhadap prinsip kompetisi dan transparansi.

1. RUP 53590873 – Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor:

  • Total Pagu: Rp 1.300.000.000
  • Modus: Anggaran raksasa ini dipecah menjadi empat sumber dana (Rp 350 Juta, Rp 200 Juta, Rp 450 Juta, Rp 300 Juta) agar bisa dieksekusi melalui Pengadaan Langsung. Ini adalah praktik pemecahan paket yang jelas-jelas dilarang untuk menghindari lelang terbuka.

 

2. RUP 53526547 – Belanja Pemeliharaan Gedung Olahraga:

  • Total Pagu: Rp 508.450.000
  • Metode: Pengadaan Langsung. Nilai ini jauh melampaui batas wajar untuk penunjukan langsung, yang seharusnya untuk pengadaan di bawah Rp 200 Juta.

 

3. RUP 53526529 – Belanja Pemeliharaan Tempat Ibadah:

  • Total Pagu: Rp 250.000.000
  • Metode: Pengadaan Langsung. Lagi-lagi, melampaui ambang batas.

“Ini adalah puncak dari arogansi pengelolaan anggaran. Mereka sengaja memecah dan menunjuk langsung rekanan untuk proyek ratusan juta rupiah. Kompetisi dibunuh, potensi kerugian negara sangat besar,” ungkap Birman.

 

Rentetan proyek janggal ini terjadi di tengah dan pasca-transisi kepemimpinan strategis di Setdakab Lampung Selatan.

  • Awal Desember 2024: Thamrin resmi pensiun dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

 

  • 02 Desember 2024: Intji Indriati ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Sekda, mengisi kekosongan.

 

  • 09 Desember 2024: Intji Indriati dilantik secara resmi.

 

  • 18 Juni 2025: Supriyanto, S.Sos., M.M., dilantik sebagai Sekda definitif.

 

Periode transisi ini, yang juga diwarnai pergantian pejabat lain seperti Plt. Kabag Umum dari Al Mardiyah ke Hendry Kurniawan, diduga menjadi celah strategis untuk mengeksekusi rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya.

 

“Pergantian kekuasaan seringkali menjadi momen paling rawan. Pengawasan melemah, dan ada upaya untuk ‘membersihkan’ sisa anggaran di akhir tahun atau ‘mengamankan’ proyek di awal kepemimpinan baru,”dugaan Birman.

Proyek Mewah Pejabat Diduga Dikunci, Anggaran Pemeliharaan Dipecah-Pecah

Atas temuan ini, LSM Tunas Bangsa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Tinggi Lampung dan Polda Lampung, serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap seluruh proyek di Bagian Umum Setdakab Lampung Selatan tahun anggaran 2024.

 

“Jangan biarkan uang rakyat Lampung Selatan dijarah untuk kemewahan segelintir oknum. Kami memiliki semua datanya, dan kami siap mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkas Birman Sandi.

 

(Tim redaksi sedang berupaya meminta konfirmasi dan tanggapan resmi dari pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan terkait temuan ini).

Example 120x600

𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦‎ ‎ 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝘀𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂𝗻𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝘄𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻. ‎ ‎𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶: ‎ ‎𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦: 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘇𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁. ‎ ‎𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧: 𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶. 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗹𝗶𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗮. ‎ ‎𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶, 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘂-𝗶𝘀𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴.𝗗𝗶 𝗲𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗷𝗲𝗻𝗮𝗸, 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝘂𝗵.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶.𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁—𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸. ‎‎𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺, 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻.

𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu24:00 PM
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐒 𝐀𝐊𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐍𝐄𝐖𝐒
ISO-3166 Alpha-2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎