DLH Lampung Selatan: Wujudkan Tata Kelola Lingkungan Proaktif dan Kolaboratif di 2026
KALIANDA, LAMPUNG SELATAN — Tahun 2026 menjadi tahun pembuktian bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan. Di bawah komando Kepala Dinas Yespy Cory, institusi ini sukses mengubah paradigma pengelolaan lingkungan di daerahnya dari sekadar layanan kebersihan reaktif menjadi sistem tata kelola yang proaktif, kolaboratif, dan tegas. Berbagai terobosan positif telah ditorehkan, menjadikan Lampung Selatan sebagai wilayah yang semakin bersih, sehat, dan berwawasan ekonomi sirkular.
Salah satu prestasi paling menonjol di awal kepemimpinan Yespy Cory adalah kepiawaiannya dalam membangun diplomasi lintas sektor guna mengantisipasi lonjakan sampah organik akibat berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) skala nasional. Menyadari besarnya tantangan ini, Yespy Cory merangkul Perkumpulan Paluma Nusantara pada 19 Januari 2026 untuk merumuskan sistem pengelolaan sampah terpadu lintas instansi.
Pertemuan strategis ini tidak sekadar menghasilkan wacana, melainkan aksi nyata yang turut menggandeng pihak akademisi dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sinergi apik ini memastikan bahwa pengelolaan limbah terintegrasi langsung dengan program ketangguhan desa.
Sisi positif DLH Lampung Selatan juga bersinar melalui ketegasannya dalam menindak potensi pencemaran. Pada pertengahan Mei 2026, ketika muncul keluhan masyarakat terkait limbah cair dan bau tak sedap dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Yespy Cory merespons dengan sangat cepat dan transparan.
Alih-alih menutup mata terhadap program yang sedang berjalan, Kadis Yespy Cory dengan tegas memperingatkan pihak pengelola agar mematuhi petunjuk teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai dengan Surat Edaran Sekdakab Nomor 600.4.5/10357/lV.11/2025. Tindakan tanpa kompromi ini membuktikan komitmen sejati DLH bahwa pelestarian ekosistem dan kesehatan masyarakat lokal adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Tidak hanya fokus pada penertiban, DLH Lampung Selatan secara aktif memberdayakan roda ekonomi warga melalui pembinaan ekosistem Bank Sampah. Pada 14 April 2026, DLH mengambil langkah inovatif dengan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk turun langsung ke lapangan membina Bank Sampah Kelawi Bersih dan Bank Sampah Maja Bersama.
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan audit agar tata kelola bank sampah tingkat desa dapat berjalan secara transparan, profesional, dan berkelanjutan. Dengan administrasi yang sehat, sampah yang dikelola warga kini benar-benar bertransformasi menjadi pendorong ekonomi desa yang terpercaya.
Puncak kebanggaan dari inisiatif ini terjadi pada 5 Juni 2026, ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meresmikan secara langsung Bank Sampah Lapah Khagom Jejama di Desa Canti. Fasilitas yang didukung penuh pembinaannya oleh DLH ini diproyeksikan menjadi percontohan (role model) pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang mengawinkan kelestarian alam dengan kemandirian ekonomi.
DLH Lampung Selatan juga memastikan kehadiran negara terasa melalui pembangunan fasilitas publik. Pada 13 Maret 2026, DLH menyalurkan bantuan hibah berupa 10 unit tempat sampah komunal strategis ke kawasan Pantai Desa Maja. Bantuan ini secara cerdas diberikan untuk menopang kebersihan area pariwisata bahari sekaligus merawat konsep pantai aman bencana dengan mencegah tumpukan sampah yang dapat merusak infrastruktur alami pelindung pesisir.
Tak berhenti di situ, demi menjamin kenyamanan dan kekhusyukan warga dalam beribadah, DLH menginisiasi operasi tanggap darurat kebersihan berskala besar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Persampahan, Muherwan Murod, pada 27 Mei 2026, tim kebersihan bergerak serentak membersihkan jalan utama, pemukiman, hingga akses menuju berbagai masjid. Langkah antisipatif prabencana sanitasi ini sukses mencegah penumpukan limbah sisa kurban dan menciptakan apresiasi luas dari warga atas terciptanya suasana kota yang asri dan tertib.
Rangkaian kebijakan proaktif, ketegasan dalam menegakkan regulasi, serta keunggulan orkestrasi lintas sektoral yang dilakukan oleh DLH Lampung Selatan sepanjang tahun 2026 ini telah menuai banyak pujian. Di bawah nakhoda Yespy Cory, DLH berhasil membuktikan bahwa tata kelola persampahan dan lingkungan yang digerakkan dengan cerdas, disiplin, dan partisipatif adalah kunci utama menuju realisasi Lampung Selatan sebagai daerah yang tangguh, lestari, dan berdaya saing tinggi.(*)










