Cetak Sejarah Investasi Rp3,04 Triliun, Kepala DPMPTSP Rio Gismara Tancap Gas Jadikan Lampung Selatan Kawasan Pariwisata Premium
LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan tinta emas dalam pembangunan ekonomi daerah. Di bawah komando Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rio Gismara, serta kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Lampung Selatan sukses membukukan realisasi investasi senilai Rp3,04 triliun pada tahun 2025.
Capaian fantastis ini sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai surga investasi yang paling diminati di Provinsi Lampung.
Melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (24/2/2026), Kepala DPMPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara, memaparkan bahwa realisasi investasi tahun 2025 telah melampaui ekspektasi.
“Target investasi tahun 2025 adalah Rp2,64 triliun, dan realisasi yang tercapai menembus Rp3,04 triliun. Artinya, kita over target sebesar 115 persen,” beber Rio.
Prestasi ini bukanlah keberhasilan instan, melainkan kelanjutan dari tren positif tahun sebelumnya. Berdasarkan rilis Pemerintah Provinsi Lampung untuk periode Januari–Desember 2024, Lampung Selatan kokoh di urutan pertama dari 15 kabupaten/kota. Pada tahun tersebut, DPMPTSP berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp2.692.108.818,03, melampaui target yang ditetapkan senilai Rp1.816.000.000.
Menurut Rio Gismara, pesatnya pertumbuhan investasi di Lampung Selatan tidak lepas dari sinergi dan kepemimpinan strategis kepala daerah. Duet Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dinilai menjadi magnet utama dalam menarik kepercayaan para investor.
“Pencapaian target investasi ini tentu tidak terlepas dari arahan serta dukungan penuh Bapak Bupati Egi. Beliau sangat rajin ‘wara-wiri’ turun langsung mempromosikan potensi kabupaten kita di setiap momentum,” tegas Rio.
Tidak ingin terlena dengan capaian impresif tersebut, Rio Gismara kini bersiap mengejawantahkan instruksi Bupati untuk tancap gas di tahun 2026. Fokus utama ke depan adalah mentransformasi wajah daerah melalui sektor pariwisata.
“Fokus di tahun 2026 ini tetap mengarah ke sektor pariwisata untuk mengembangkan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibu kota, serta mem-branding kawasan ini sebagai destinasi pariwisata premium,” ujar Rio Gismara.
Selain pariwisata, DPMPTSP juga terus mempromosikan sektor potensial lainnya seperti industri pengolahan dan hospitality. Kendati demikian, Rio menekankan bahwa ujung tombak dari seluruh pengembangan ini tetap bermuara pada program strategis daerah. “Fokus utama kita tetap pada program andalan Pak Bupati, yaitu Agroeduwisata,” tegasnya.
Lebih jauh, Rio meyakini bahwa derasnya arus investasi di Kabupaten Lampung Selatan akan memberikan multiplier effect (dampak ganda) yang signifikan bagi masyarakat. Investasi ini diproyeksikan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi, menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, serta merangsang pertumbuhan industri kecil dan sektor riil lainnya.
Sebagai langkah konkret yang berkelanjutan, Pemkab Lampung Selatan saat ini mengadopsi strategi pemasaran yang lebih agresif.
“Saat ini, Pak Bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah gencar melaksanakan promosi ‘jemput bola’. Kami secara proaktif memperkenalkan dan menjual potensi Lampung Selatan—khususnya Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibu kota yang sedang dikembangkan menjadi kawasan pariwisata premier—langsung kepada para investor nasional,” tutup Rio Gismara.
*** Melalui capaian dan strategi matang ini, DPMPTSP Kabupaten Lampung Selatan di bawah arahan Rio Gismara membuktikan bahwa pelayanan prima dan kepemimpinan yang bervisi merupakan kunci utama dalam memajukan perekonomian daerah.












