‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test adDisplay a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
SMOKING GUN! Temuan NIK Ganda di Dokumen Lelang RSUD Metro Bongkar Dugaan Monopoli Proyek Fisik

SMOKING GUN! Temuan NIK Ganda di Dokumen Lelang RSUD Metro Bongkar Dugaan Monopoli Proyek Fisik

Korupsi

Investigasi mengungkap skandal persekongkolan tender proyek infrastruktur di RSUD Jenderal Ahmad Yani, Kota Metro, TA 2024-2025. Ditemukan bukti “smoking gun” berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) personel kunci yang ganda pada dua perusahaan peserta tender berbeda, mengindikasikan kendali tunggal dan perusahaan cangkang. Praktik manipulasi lain seperti rotasi pemenang (“tender arisan”) dan evaluasi harga yang menggugurkan penawar terendah demi memenangkan kontraktor tertentu dengan harga tinggi juga terungkap. Ketua LSM SIGAP, Okta Hariansyah, mendesak Kejaksaan dan KPPU untuk segera bertindak dan menyeret para pelaku.

Example 468x60
SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

Korupsi

Investigasi mengungkap dugaan korupsi sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat TA 2024. Modus meliputi mark-up paket Umrah gratis, subsidi silang ilegal untuk jemaah mandiri, insentif fiktif guru ngaji, hingga duplikasi anggaran OTD Haji dan pemecahan paket katering. Di tengah defisit APBD Rp4,99 Miliar, publik mendesak APH lakukan audit forensik menyeluruh.

SKANDAL AMBULANCE HEBAT: Investigasi Bongkar Dugaan Honorarium Fiktif Setengah Miliar di Dinkes Lampung Barat

SKANDAL AMBULANCE HEBAT: Investigasi Bongkar Dugaan Honorarium Fiktif Setengah Miliar di Dinkes Lampung Barat

Korupsi

Investigasi mendalam mengungkap dugaan skandal keuangan di Dinkes Lampung Barat. Dokumen audit forensik menemukan indikasi honorarium fiktif “Monitoring Ambulance Hebat” senilai Rp486 juta di tengah kondisi defisit APBD dan tanpa adanya pengadaan armada baru. Ironisnya, anggaran krusial untuk penanganan stunting sebesar Rp38 miliar justru macet total dengan realisasi di bawah 1 persen, memicu pertanyaan besar terkait prioritas dan tata kelola anggaran dinas tersebut.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎