‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
Korupsi

SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

24030
×

SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

Sebarkan artikel ini
SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

 

Di tengah defisit APBD Rp4,99 Miliar, Bagian Kesra diduga hamburkan anggaran untuk mark-up paket Umrah, insentif fiktif, dan duplikasi biaya haji. APH didesak lakukan audit tujuan tertentu.

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

LIWA, LAMPUNG BARAT – Investigatif yang bersifat rahasia berhasil diungkap ke publik, menyingkap tabir dugaan praktik korupsi yang menggurita di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Barat untuk Tahun Anggaran 2024.

Di saat Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tengah berjuang menghadapi tekanan defisit anggaran hingga Rp4,99 miliar, investigasi independen menemukan anomali anggaran yang mencengangkan di Bagian Kesra. Unit kerja yang seharusnya mengurus kesejahteraan umat ini diduga kuat telah menjadi “sapi perah” melalui berbagai modus operandi canggih, mulai dari rekayasa paket perjalanan ibadah hingga manipulasi dana insentif keagamaan.

Baca Juga:Bancakan Skandal APBD Lampung Barat: Aroma di Bagian Umum hingga Dugaan Kartel Proyek Tercium Busuk

 

Temuan paling krusial dari audit forensik ini menyoroti program populis “Wisata Rohani” atau Umrah Gratis. Berdasarkan data rekonstruksi keberangkatan, Pemkab Lampung Barat memberangkatkan total 63 jemaah yang dibiayai APBD dalam dua gelombang pada tahun 2024.

Audit menemukan indikasi kuat penggelembungan harga (mark-up) paket Umrah. Dengan estimasi harga kontrak pemerintah sekitar Rp35 juta hingga Rp40 juta per jemaah, terdapat selisih signifikan dibandingkan harga pasar wajar atau E-Katalog LKPP yang berkisar antara Rp29 juta hingga Rp32 juta.

“Potensi pemborosan anggaran mencapai ratusan juta rupiah, yang diduga menguap dalam bentuk cashback atau gratifikasi kepada oknum pejabat,” demikian bunyi analisis dalam laporan tersebut.

Lebih parah lagi, terungkap modus operandi “Jemaah Campuran” (Bundling Fraud). Dalam setiap keberangkatan, jemaah yang dibiayai APBD digabung dalam satu kloter dengan jemaah mandiri. Diduga kuat, terjadi subsidi silang ilegal di mana harga tinggi yang dibayar Pemkab digunakan untuk menutupi biaya jemaah mandiri—yang disinyalir merupakan pejabat atau kerabatnya—sebagai bentuk “bonus” dari pihak travel rekanan.

 

Pos anggaran lain yang menjadi sorotan adalah insentif untuk guru ngaji, marbot, dan imam masjid yang mencapai angka fantastis Rp1,468 miliar. Meskipun nilai per individu kecil, volume penerima yang mencapai ratusan orang di 136 pekon/kelurahan menciptakan celah korupsi yang masif.

Laporan mengidentifikasi dua risiko utama:

  1. Penerima Fiktif (Ghost Recipients): Lemahnya validasi data memungkinkan nama-nama yang sudah meninggal atau pindah domisili tetap menerima insentif, yang kemudian dicairkan oleh oknum aparat.

  2. Pemotongan Ilegal (Illegal Deduction): Modus klasik penyunatan dana di tingkat distribusi akhir dengan alasan biaya administrasi, yang secara akumulatif merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

 

Baca Juga: SKANDAL AMBULANCE HEBAT: Investigasi Bongkar Dugaan Honorarium Fiktif Setengah Miliar di Dinkes Lampung Barat

 

Investigasi juga menemukan indikasi pemborosan pada pembiayaan Ongkos Transit Daerah (OTD) jemaah haji. Meskipun telah ada skema cost-sharing antara Provinsi dan Kabupaten untuk rute Bandar Lampung-Jakarta, Kesra Lampung Barat diduga menganggarkan biaya mobilisasi lokal (Liwa-Bandar Lampung) secara berlebihan, menciptakan celah ganda untuk manipulasi sewa bus.

Selain itu, belanja operasional rutin seperti makan minum rapat juga tak luput dari dugaan penyimpangan. Data Rencana Umum Pengadaan (RUP) menunjukkan pola fragmentasi paket (splitting), di mana pengadaan katering dipecah menjadi nilai-nilai kecil di bawah Rp200 juta untuk menghindari tender terbuka dan menunjuk penyedia rekanan secara langsung.

Menanggapi temuan-temuan yang mengkhawatirkan ini, tim auditor independen mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk segera bertindak. Rekomendasi utama dalam laporan ini adalah dilakukannya Audit Tujuan Tertentu (ATT) pada pos Belanja Jasa Wisata Rohani dan Belanja Hibah Kesra sebelum tahun anggaran berakhir.

DATA FAKTA TEMUAN KESRA LAMBAR 2024

  • Mark-up Umrah: Indikasi selisih harga paket Umrah APBD vs Pasar/E-Katalog mencapai Rp5-10 juta per jemaah.

  • Modus ‘Jemaah Campuran’: Dugaan subsidi silang ilegal untuk 35 jemaah mandiri yang berangkat bersama jemaah APBD.

  • Insentif Rawan Bocor: Anggaran Rp1,468 Miliar untuk insentif keagamaan rentan penerima fiktif dan penyunatan.

  • Duplikasi Biaya Haji: Potensi anggaran ganda pada mobilisasi jemaah haji di luar OTD resmi.

  • Defisit APBD: Rp4,99 Miliar, namun Kesra tetap pertahankan program populis berbiaya tinggi.

Publik kini menanti langkah tegas dari Kejaksaan Negeri Lampung Barat dan Bupati untuk membongkar tuntas dugaan skandal ini. Kesejahteraan rakyat tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir oknum yang menyalahgunakan amanah.(*) SKANDAL UMRAH GRATIS & INSENTIF HANTU: Bongkar Dugaan Korupsi Sistematis di Bagian Kesra Lampung Barat

Example 120x600

𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦‎ ‎ 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝘀𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂𝗻𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝘄𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻. ‎ ‎𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶: ‎ ‎𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦: 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘇𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁. ‎ ‎𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧: 𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶. 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗹𝗶𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗮. ‎ ‎𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶, 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘂-𝗶𝘀𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴.𝗗𝗶 𝗲𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗷𝗲𝗻𝗮𝗸, 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝘂𝗵.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶.𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁—𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸. ‎‎𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺, 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻.

𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu24:00 PM
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐒 𝐀𝐊𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐍𝐄𝐖𝐒
ISO-3166 Alpha-2
error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎