
Times Akurat News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca saat ini. Dengan memasuki cuaca hujan dan tahun baru, koordinasi ini menjadi sangat esensial untuk mencegah terjadinya bencana yang mungkin bisa berdampak buruk bagi masyarakat. (23/12/2024)
Kepala BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi, ST.MM., menyampaikan Berdasarkan koordinasi dengan BMKG kondisi cuaca dari tanggal 24 Desember hingga 30 Desember 2024. Hujan turun dengan intensitas hujan Petir, hujan ringan dan di akhir 30 desember akan berpotensi hujan lebat.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebut jika Kabupaten Tanggamus terdeteksi rawan terjadi bencana likuifaksi. Likuifaksi adalah fenomena ketika tanah menjadi jenuh sehingga kehilangan kekakuan dan kemampuannya karena adanya tegangan, misalnya gempa bumi atau perubahan lain secara mendadak.
Dengan demikian, BPBD Tanggamus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang terutama masyarakat yang bermukim di wilayah rawan banjir atau bantaran sungai .”Ucapnya
Kemudian dalam pencegahan Bencana, BPBD Tanggamus juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan normalisasi drainase anak sungai dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pemangkasan pohon tua dan lapuk di sejumlah ruas jalan. Agar saat terjadi hujan deras disertai angin kencang tidak membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar..
Dengan adanya kolaborasi yang baik antara BPBD, dan BMKG diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana serta memberikan rasa aman bagi warga Kabupaten Tanggamus. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan bencana juga harus ditingkatkan agar warga memiliki kesiapan dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.










