
Times Akurat News, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di lima titik pada tahun ini. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya padi, di wilayah tersebut. Rehabilitasi ini menjadi langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan dan efisiensi sistem pengairan yang sangat dibutuhkan para petani.
Sekretaris Dinas PUPR Tanggamus, Ari Yudha, menyampaikan bahwa proyek rehabilitasi ini mencakup lima daerah irigasi (DI). Di antaranya adalah rehabilitasi jaringan irigasi di Way Talang Padang dengan nilai kontrak Rp 891.687.000, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024.
Selain itu, terdapat rehabilitasi jaringan irigasi di Way Pangkul Kanan dengan nilai kontrak Rp 1.104.445.000, dan Way Pangkul Satu dengan nilai kontrak Rp 1.854.080.000.
Proyek lain yang termasuk dalam program ini adalah rehabilitasi jaringan irigasi di Way Sedayu Satu dengan nilai kontrak Rp 863.476.000, serta di Way Talang Raman dengan nilai kontrak Rp 665.023.000.
“Semua kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi ini berasal dari DAK 2024,” kata Ari Yudha, mewakili Kepala Dinas PUPR Tanggamus, Riswanda Djunaidi.
Lebih Lanjut Ari Yudha mengungkapkan rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Tanggamus diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil pertanian lebih efisiensi pemanfaatan air menjadi faktor krusial yang mempengaruhi produktivitas tanaman.
“Melalui perbaikan infrastruktur irigasi, aliran air yang lebih baik dapat diatur dan didistribusikan secara merata, sehingga petani dapat mengakses air yang cukup bagi tanaman mereka. Dengan sistem irigasi yang lebih efisien, potensi hasil panen dapat meningkat secara stabil.”ucapnya
Selain peningkatan efisiensi air, rehabilitasi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan petani. Ketika hasil pertanian meningkat, petani dapat menikmati pendapatan yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mendukung ekonomi lokal dan memperbaiki kualitas hidup mereka. Peningkatan produktivitas ini penting untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah Tanggamus, di mana kebutuhan akan pangan yang cukup dan berkualitas menjadi sangat mendesak. Terlebih lagi, inisiatif ini relevan dengan program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah.
Untuk memberikan gambaran konkret mengenai dampak rehabilitasi, sebuah studi kasus diambil dari beberapa daerah yang telah menjalani program serupa. Data awal menunjukkan peningkatan hasil panen mencapai 30% setelah jaringan irigasi direhabilitasi. Hal ini sejalan dengan temuan dari beberapa riset lain yang menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur irigasi dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan cuaca, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.
Dengan demikian, rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Tanggamus tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam peningkatan produksi pertanian, tetapi juga berpotensi menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.










