RSUD Batin Mangunang Pertegas Komitmen Pelayanan Prima, Direktur dr. Theresia: Evaluasi Menyeluruh Demi Keselamatan Pasien
TANGGAMUS, (Akuratimes.com) – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang merespons cepat dinamika pelayanan yang sempat menjadi perhatian publik baru-baru ini. Sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen terhadap keselamatan pasien (patient safety), pihak rumah sakit memastikan telah melakukan langkah evaluasi internal secara menyeluruh dan pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menjamin kualitas layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Tanggamus.
Direktur RSUD Batin Mangunang, dr. Theresia, menegaskan bahwa kepuasan dan keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Menanggapi masukan terkait pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Laboratorium, dr. Theresia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan tokoh publik yang memberikan kritik membangun sebagai bahan bakar untuk perbaikan rumah sakit ke arah yang lebih baik.
Dalam penjelasan detailnya, dr. Theresia meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat. Ia memastikan bahwa insiden miskomunikasi antar-unit yang sempat terjadi telah ditangani langsung dengan kebijakan tegas.
“Kami memandang setiap masukan, termasuk pengalaman yang dialami oleh keluarga Bapak Zudarwansyah, sebagai early warning system yang sangat berharga. Kami telah melakukan audit pelayanan segera setelah kejadian tersebut. Intinya, kami ingin menegaskan bahwa di RSUD Batin Mangunang, pasien tidak boleh dibiarkan kesulitan. Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan revisi penegasan SOP: Petugas medis lah yang harus jemput bola dalam pengambilan sampel, bukan pasien yang mendatangi laboratorium, terutama dalam kondisi darurat,” tegas dr. Theresia, Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut, dr. Theresia menjawab kekhawatiran mengenai ketersediaan tenaga medis. Ia menjelaskan secara logis sistem kerja medis yang berlaku, menepis anggapan bahwa pasien hanya ditangani oleh dokter magang tanpa pengawasan.
“Perlu masyarakat pahami, keberadaan dokter internship (ISIP) adalah bagian dari program nasional yang legal dan mereka adalah dokter yang kompeten serta memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Namun, di RSUD Batin Mangunang, mereka tidak bekerja sendiri. Sistem kami mewajibkan adanya Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) atau dokter spesialis yang on-call 24 jam untuk konsultasi kasus gawat darurat. Jadi, setiap keputusan medis tetap berada di bawah supervisi ketat. Kami pastikan tim medis kami standby dan siap melayani,” jelas dr. Theresia dengan rinci.
Senada dengan Direktur, Kabid Pelayanan RSUD Batin Mangunang, dr. Panji Indra Purnama, menjelaskan bahwa langkah taktis telah diambil pasca rapat koordinasi antara Kepala Bidang IGD, Kepala Laboratorium, dan Komite Medik.
“Kami mengakui adanya miss-komunikasi di lapangan terkait alur pengambilan sampel darah. Ini adalah hal teknis yang segera kami luruskan. Telah diputuskan secara final bahwa petugas IGD bertanggung jawab penuh dalam pengambilan sampel darah pasien di tempat, untuk kemudian diserahkan ke laboratorium. Ini langkah konkret kami memangkas birokrasi pelayanan agar pasien lebih nyaman,” ujar dr. Panji.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada keluarga pasien atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi. Menurutnya, hal ini menjadi momentum bagi manajemen untuk melakukan pembinaan ulang kepada petugas baru agar benar-benar memahami dan menjiwai SOP pelayanan prima.
Menanggapi harapan dari Anggota DPRD Tanggamus, Zudarwansyah, pihak RSUD Batin Mangunang menyambut baik atensi tersebut. Manajemen menilai bahwa pengawasan dari legislatif dan masyarakat adalah bentuk dukungan agar RSUD milik daerah ini terus bertumbuh menjadi fasilitas kesehatan kebanggaan.
“Kami berterima kasih atas atensi Bapak Zudarwansyah. Ini menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan kami untuk bekerja lebih disiplin dan empatik. Ke depan, kami pastikan tidak ada lagi pasien yang merasa kesulitan dalam mengakses layanan penunjang medis. RSUD Batin Mangunang siap berbenah dan terus hadir melayani masyarakat dengan hati,” tutup dr. Theresia.
Dengan adanya evaluasi cepat dan penegasan aturan dari jajaran direksi, RSUD Batin Mangunang optimis dapat mengembalikan kepercayaan publik dan memberikan standar pelayanan kesehatan terbaik yang aman, cepat, dan manusiawi.(*)
BACA JUGA:












