‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
KorupsiHukum dan KriminalPemerintahan

Membongkar Dugaan Persekongkolan Tender PU Kota Bandar Lampung, Dari Alamat Fiktif Hingga Konflik Kepentingan

10575
×

Membongkar Dugaan Persekongkolan Tender PU Kota Bandar Lampung, Dari Alamat Fiktif Hingga Konflik Kepentingan

Sebarkan artikel ini
Membongkar Dugaan Persekongkolan Tender PU Kota Bandar Lampung, Dari Alamat Fiktif Hingga Konflik Kepentingan

Membongkar Dugaan Persekongkolan Tender PU Kota Bandar Lampung, Dari Alamat Fiktif Hingga Konflik Kepentingan

BANDAR LAMPUNG – Di tengah sorotan publik atas dugaan praktik “pecah paket” pada proyek-proyek kecil, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Dedi Sutiyoso, kini kembali terancam badai kecurigaan. Analisis mendalam terhadap sejumlah tender besar dan menengah yang telah rampung pada tahun anggaran 2024 menunjukkan pola efisiensi anggaran yang sangat minim, bahkan cenderung mencurigakan. Pola ini menguatkan dugaan adanya pengaturan pemenang tender atau mark-up Harga Perkiraan Sendiri (HPS), yang berpotensi merugikan keuangan daerah hingga miliaran rupiah.

 

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

Dinas PU Bandar Lampung, sebagai pengelola anggaran konstruksi terbesar di kota, mengemban tanggung jawab vital. Namun, data tender yang diulas memperlihatkan sebuah anomali: proyek-proyek bernilai fantastis nyaris selalu dimenangkan dengan nilai kontrak yang hanya berselisih tipis dari HPS.

 

Salah satu indikasi kuat adanya “permainan” dalam tender adalah rendahnya efisiensi anggaran. Semakin kecil selisih antara HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dengan nilai kontrak pemenang, semakin rendah pula tingkat kompetisi dan semakin besar kemungkinan adanya kesepakatan di balik meja. Data tender Dinas PU 2024 menunjukkan gejala ini secara konsisten:

1. Pembangunan GOR Indoor Way Halim (Tahap 2): Dari HPS Rp 19,99 miliar, proyek ini dimenangkan oleh ZSAZSA ABADI MANDIRI dengan kontrak Rp 19,77 miliar. Efisiensi hanya 1,15%.

 

2. Pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu (Tahap 3): Dengan HPS Rp 14,99 miliar, Naufal Berkarya mengunci kontrak Rp 14,7 miliar. Efisiensi hanya sekitar 2%.

 

3.Pembangunan JPO Masjid Al Furqon (Lanjutan 2): HPS Rp 11,99 miliar, dimenangkan oleh CV KARYA AGUNG PERDANA dengan kontrak Rp 11,76 miliar. Efisiensi hanya sekitar 2%.

 

4. Dinding Penahan Sampah TPA Bakung: Dari HPS Rp 4,98 miliar, Naufal Berkarya kembali menang dengan kontrak Rp 4,89 miliar. Efisiensi sekitar 1,8%.

 

5.Penyekatan dan Pemasangan Hydrant Gedung Pelayanan Satu Atap: HPS Rp 4,99 miliar, pemenangnya CV.MOGHA SAEC dengan kontrak Rp 4,90 miliar. Efisiensi sekitar 1,8%.

 

“Efisiensi di bawah 5%, apalagi hanya 1-2%, dalam proyek konstruksi bernilai puluhan miliar adalah bendera merah yang sangat jelas,” ujar Junaidi Pemerhati Anggaran Lampung. “Ini menunjukkan bahwa persaingan harga nyaris tidak ada. Kontraktor seperti sudah tahu HPS dan menawar hanya tipis di bawahnya, mengindikasikan persekongkolan atau adanya ‘pengaturan’ pemenang.”Membongkar Dugaan Persekongkolan Tender PU Kota Bandar Lampung, Dari Alamat Fiktif Hingga Konflik Kepentingan

Kecurigaan semakin mengental dengan adanya sejumlah proyek yang dibiayai APBD Kota Bandar Lampung, namun ditujukan untuk instansi vertikal atau lembaga lain. Ini adalah titik rawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang paling empuk.

 

  • Pembangunan Gedung Satlantas & Satintelkam Polresta (Hibah APBD): HPS Rp 2,29 miliar, dimenangkan oleh CV.MOGHA SAEC dengan kontrak Rp 2,24 miliar.

 

  • Pembangunan Ruang Barang Bukti Kejari (Hibah APBD): HPS Rp 1 miliar, dimenangkan oleh Fajar Mas dengan kontrak Rp 981 juta.

 

  • Pembangunan Pagar Gedung Kedokteran Unila (Hibah APBD): HPS Rp 1 miliar, dimenangkan oleh CV SYAMALL ABADI JAYA dengan kontrak Rp 937 juta.

 

Pembangunan Rumah Dinas Prajurit Lanal Panjang: HPS Rp 299,78 juta, dimenangkan oleh PUTRA PARMA dengan kontrak Rp 293 juta. Membongkar Dugaan Persekongkolan Tender PU Kota Bandar Lampung, Dari Alamat Fiktif Hingga Konflik KepentinganPertanyaan krusial muncul: Siapa yang mendorong proyek-proyek hibah ini? Apakah ada intervensi dari instansi penerima hibah dalam proses tender? Perlu ditelusuri secara mendalam apakah ada hubungan khusus atau afiliasi antara para pemenang tender ini dengan pihak-pihak internal di Dinas PU atau bahkan instansi penerima hibah.

 

 

Pola lain yang patut dicermati adalah banyaknya paket perencanaan dan pengawasan yang memiliki HPS dengan angka “nanggung” atau sedikit di bawah batas bulat (misalnya Rp 299,7 juta, Rp 599,9 juta). Ini bisa jadi upaya sistematis untuk menghindari ambang batas kualifikasi yang lebih ketat atau jenis tender yang lebih kompleks.

 

  • Pengawasan Pembangunan GOR Indoor Way Halim: HPS Rp 599,9 juta, dimenangkan oleh CV. SKILLAND TECHNICAL dengan kontrak Rp 590,9 juta.

 

  • Pengawasan Pembangunan Drainase & Box Culvert: HPS Rp 299,7 juta, dimenangkan oleh CV. WIRA TEKNIK CONSULTANT dengan kontrak Rp 293,1 juta.

 

Pertanyaan kritis yang belum terjawab: Apakah ada afiliasi atau hubungan khusus antara konsultan pengawas ini dengan kontraktor pelaksana proyek fisiknya? Adanya hubungan seperti ini dapat mengebiri fungsi pengawasan yang seharusnya independen, membuka celah untuk pengurangan kualitas proyek dan mark-up tersembunyi.

 

Data-data ini bukan sekadar angka, melainkan indikasi kuat adanya jaringan terstruktur yang mengendalikan proses tender di Dinas PU Bandar Lampung. Potensi kerugian keuangan negara akibat efisiensi yang minim dan praktik pengaturan tender bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

 

Kepala Dinas Dedi Sutiyoso dan seluruh jajarannya harus segera memberikan penjelasan transparan. DPRD Kota Bandar Lampung harus menggunakan fungsi pengawasan secara maksimal, menuntut audit investigatif, dan tidak ragu menggunakan hak interpelasi jika penjelasan tidak memuaskan. Sementara itu, aparat penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian) memiliki cukup bukti awal untuk segera memulai penyelidikan proaktif, membongkar sindikat di balik tender “ngempet untung” ini, dan menyeret pelakunya ke meja hijau.

 

Masyarakat Bandar Lampung berhak mendapatkan infrastruktur berkualitas yang dibangun dengan uang rakyat secara transparan dan akuntabel.*RED

Tonton video selengkapnya:

 

Example 120x600

𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦‎ ‎ 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝘀𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂𝗻𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝘄𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻. ‎ ‎𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶: ‎ ‎𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦: 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘇𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁. ‎ ‎𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧: 𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶. 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗹𝗶𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗮. ‎ ‎𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶, 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘂-𝗶𝘀𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴.𝗗𝗶 𝗲𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗷𝗲𝗻𝗮𝗸, 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝘂𝗵.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶.𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁—𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸. ‎‎𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺, 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻.

𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu24:00 PM
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐒 𝐀𝐊𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐍𝐄𝐖𝐒
ISO-3166 Alpha-2
error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎