
Times Akurat News, Lampung Barat – Kebun Raya Liwa (KRL) yang terletak di pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, merupakan salah satu proyek penting yang digagas oleh Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA).
KRL tidak hanya berfungsi sebagai tempat konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan penelitian bagi masyarakat serta para peneliti. BRIDA Kabupaten Lampung Barat berkomitmen untuk terus memaksimalkan fungsi KRL dengan menambah koleksi flora yang ada di dalamnya.
Sejak tanggal 4 November 2024, tim UPTD KRL Lampung Barat tengah melakukan eksplorasi di sekitar kaki Gunung Pesagi. Aktivitas ini bertujuan untuk menambah koleksi ex situ yang ada di KRL. Kepala UPTD KRL, Khoirul Umur, memimpin langsung tim eksplorasi yang terdiri dari beberapa ahli botani dan pengamat lingkungan. Mereka berupaya mengumpulkan berbagai spesies tanaman yang belum terdokumentasi dan bermanfaat untuk koleksi di KRL.
Kepala BRIDA Lambar, Agustanto Basmar menjelaskan bahwa eksplorasi ini sejalan dengan peraturan presiden yang mendukung konservasi dan pengembangan biodiversitas di Indonesia. Tim eksplorasi KRL telah berhasil mengumpulkan beberapa spesies tanaman yang diperkirakan dapat memperkaya koleksi di Kebun Raya Liwa.
“Harapannya, hasil dari eksplorasi ini tidak hanya meningkatkan jumlah koleksi, tetapi juga meningkatkan potensi KRL sebagai tempat penelitian, khususnya dalam konteks keberagaman hayati di daerah ini.”Ucapnya
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh BRIDA dan UPTD KRL menjadi bentuk nyata dari komitmen untuk melestarikan keanekaragaman tumbuhan dan menjadikan KRL sebagai tempat yang edukatif dan pendorong penelitian di bidang botani.
Eksplorasi ini juga diharapkan dapat memperkuat peran KRL sebagai ruang interaksi antara masyarakat dengan alam, sehingga akan tercipta keberlanjutan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di Lampung Barat.










