Kawal Kesehatan Warga, Lampung Selatan Berhasil Halau Malaria Tanpa Sisa
LAMPUNG SELATAN – Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan catatan emas di bidang kesehatan masyarakat. Sepanjang tahun 2025, wilayah ini sukses mempertahankan status Bebas Malaria dengan mencatatkan nol kasus. Sebuah pencapaian gemilang yang menandakan efektivitas kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memerangi penyakit menular.
Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Kunci untuk mempertahankan prestasi ini terletak pada satu hal fundamental: konsistensi menjaga kebersihan lingkungan.
Pelaksana Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lampung Selatan, Anisa, menegaskan bahwa status eliminasi malaria ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi pencegahan yang sistematis.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Daerah, Kepala BPKAD Pringsewu Dampingi Bupati Hadiri Rakernas APKASI 2026
Dalam keterangannya pada Jumat (24/1), Anisa menyampaikan apresiasi sekaligus imbauan tegas kepada masyarakat.
“Keberhasilan mempertahankan nol kasus malaria dari Januari hingga Desember 2025 adalah bukti nyata kerja keras kita semua. Namun, kita tidak boleh lengah. Kewaspadaan dan pola hidup bersih harus tetap menjadi prioritas utama agar Lampung Selatan tetap aman dari ancaman malaria di masa depan,” ujar Anisa.
Untuk memastikan status bebas malaria ini tidak tercoreng, Dinkes Lampung Selatan telah menerapkan serangkaian langkah strategis yang komprehensif, meliputi:
- Pengendalian Lingkungan Terpadu: Fokus pada pembersihan area berisiko tinggi seperti tepi pantai, muara sungai, siring, dan genangan air.
- Surveilans Migrasi Ketat: Pemantauan khusus terhadap pendatang atau warga yang baru kembali dari wilayah eks-endemis malaria untuk mencegah “impor” kasus.
- Promosi Kesehatan Aktif: Pelibatan Puskesmas untuk terus mengedukasi warga mengenai pentingnya 3M Plus dan penggunaan kelambu.
Anisa menyoroti secara spesifik kondisi geografis pesisir. “Air di muara yang terhambat ombak pasang harus segera dialirkan. Genangan yang bercampur lumut dan sampah organik adalah surga bagi nyamuk. Kita harus bergerak cepat sebelum mereka berkembang biak,” jelasnya.
Baca Juga: Nakhoda Baru Dinas Perkebunan: B. Ishak Siap Bawa Terobosan Strategis untuk Way Kanan
Dinkes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif sebagai “gardu terdepan” pencegahan. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang diimbau untuk dilakukan warga:
- Gotong Royong Rutin: Membersihkan lingkungan sekitar rumah dan fasilitas umum untuk memusnahkan sarang nyamuk.
- Proteksi Diri: Menggunakan kelambu saat tidur dan memakai obat anti-nyamuk.
- Kewaspadaan Perjalanan: Mengonsumsi obat pencegahan malaria (profilaksis) saat hendak bepergian ke daerah endemis.
- Respon Cepat: Segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam atau sakit pasca bepergian, guna mendapatkan penanganan tata laksana kasus yang tepat.

Dengan mempertahankan semangat kebersamaan dan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan, Lampung Selatan optimis dapat terus menjadi zona hijau yang sehat dan bebas dari malaria. (*) 











