‎ ‎Times Akurat News ‎ ‎Akuratimes.com homepage TIMES AKURAT NEWS ‎ ‎ ‎  ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ Display a test ad Display a test ad Display a test ad
Tegas, Lugas, Independen.
Example 325x300
KorupsiBeritaPemerintahan

Di Balik Prestasi WTP Mesuji, Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024

34465
×

Di Balik Prestasi WTP Mesuji, Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024

Sebarkan artikel ini
Di Balik Prestasi WTP Mesuji Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024

Di Balik Prestasi WTP Mesuji, Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024

 

MESUJI, LAMPUNG – Pada Mei 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji merayakan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) keempat kalinya, sebuah prestasi yang dibingkai sebagai bukti tata kelola keuangan yang bersih dan akuntabel.

Baca Selengkapnya
Example 300x600
Gulir ke Bawah ↓

 

Namun, di balik kabar tersebut, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) justru mengungkap borok yang tersembunyi: temuan belanja bahan bakar solar senilai Rp9,3 Miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dinilai “tidak wajar” dan berpotensi menjadi skandal korupsi besar.

Kontradiksi tajam antara perayaan WTP dan catatan merah BPK ini membuka kotak pandora mengenai risiko penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024, khususnya di Dinas PUPR, sebuah dinas yang sarat dengan proyek-proyek vital dan anggaran jumbo.

 

Pemkab Mesuji secara konsisten menggunakan opini WTP sebagai alat komunikasi publik yang efektif untuk membangun citra positif. Kepala BPKAD Mesuji, Olpin Putra, menyatakan capaian ini adalah “wujud kepatuhan dan kerja keras”. Namun, narasi ini secara sistematis mengabaikan detail temuan BPK yang krusial.

 

Praktik ini menciptakan transparansi selektif: kesimpulan audit (opini WTP) ditonjolkan, sementara isi LHP yang memberatkan disembunyikan dari publik. Akibatnya, WTP berisiko menjadi perisai politik yang melemahkan pengawasan, memungkinkan pemerintah mengklaim semua baik-baik saja di tengah potensi masalah yang sangat serius.

 

Analisis mendalam terhadap laporan BPK menunjukkan bahwa kejanggalan di Dinas PUPR bukanlah insiden tunggal, melainkan sebuah pola sistemik yang berulang pada pos-pos anggaran yang rentan manipulasi. Dua temuan utama menjadi sorotan:

  • Kasus Belanja Solar Fiktif (TA 2022): LHP BPK Nomor 27B/LHP/ XVIII.BLP/05/2023 secara eksplisit menyatakan pembebanan anggaran solar Rp9,3 Miliar “tidak dapat diyakini kewajarannya”.

Diperparah lagi, pembelian solar ini senilai Rp932 Juta dilakukan tanpa didukung ketersediaan anggaran. Ini bukan lagi kesalahan administrasi melainkan indikasi kuat adanya pengeluaran fiktif atau mark-up dalam skala masif.

 

  • Masalah Aset dan Inventaris (TA 2023): BPK kembali menemukan masalah pada neraca aset Dinas PUPR, termasuk kebutuhan koreksi saldo besi senilai Rp721 Juta dan persediaan BBM serta suku cadang senilai Rp405 Juta yang tidak sesuai peruntukannya.

Pilihan item yang bermasalah— BBM, suku cadang, dan material konstruksi—bukanlah kebetulan. Ketiganya adalah aset habis pakai yang sulit diverifikasi penggunaannya dan mudah diseleweng kan, sebuah modus operandi korupsi yang jamak terjadi di berbagai daerah.

Rangkuman Temuan Signifikan BPK pada Dinas PUPR Mesuji (2022-2023)

 

Screenshot 20250921 020123 Chrome Di Balik Prestasi WTP Mesuji, Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024

Penting bagi publik untuk memahami bahwa opini WTP bukanlah sertifikat anti-korupsi. WTP hanya menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi, bukan berarti tidak ada korupsi.

 

Keterbatasan audit BPK sering dieksploitasi oleh pejabat korup:

  • Metode Sampling: Auditor tidak memeriksa setiap transaksi, melainkan hanya uji petik. Korupsi yang canggih bisa lolos dari deteksi.

 

  • Audit Keuangan vs. Investigatif: Audit keuangan bertujuan memberi opini, bukan membuktikan korupsi. Selama dokumen administratif tampak “rapi”, transaksi fiktif pun bisa lolos pemeriksaan standar.

 

Sejarah membuktikan, banyak pejabat peraih WTP yang akhirnya terjerat kasus korupsi. Kasus “jual-beli” opini WTP yang terungkap dalam sidang mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadi pengingat keras bahwa predikat ini pun rentan dimanipulasi.

 

 

Di Balik Prestasi WTP Mesuji, Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024

Tiga Titik Rawan APBD 2024: Pesta Anggaran di Depan Mata?

Dengan pola masalah di masa lalu dan celah sistemik yang ada, investigasi ini mengidentifikasi tiga titik rawan utama dalam APBD 2024 Dinas PUPR Mesuji yang dapat menciptakan “badai sempurna” kerugian negara.

 

  • Objek Korupsi (Pos Anggaran Rentan): Anggaran untuk barang habis pakai seperti BBM, oli, dan suku cadang alat berat harus diawasi ketat. Anggaran yang disajikan dalam bentuk gelondongan tanpa perincian jelas membuka ruang lebar untuk klaim fiktif dan mark-up.

 

  • Alat Korupsi (Celah Regulasi): Modus rekayasa tender gagal sangat umum digunakan. Panitia sengaja membuat syarat yang mustahil dipenuhi agar tender gagal, sehingga membuka pintu Penunjukan Langsung kepada kontraktor yang sudah dikondisikan, dengan dalih urgensi.

 

  • Bahan Bakar Korupsi (Aliran Dana Baru): APBD 2024 mendapat suntikan dana signifikan dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang diarahkan untuk infrastruktur jalan. Aliran dana baru yang besar ini datang dengan risiko korupsi tinggi karena sistem pengawasannya mungkin belum seketat dana rutin.

Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan sebuah  konvergensi risiko yang sangat berbahaya di Dinas PUPR Mesuji pada tahun 2024.

 

Lingkaran Kekuasaan: Pejabat Baru, Warisan Lama, dan Rekanan Janggal

Pada Mei 2024, kepemimpinan Mesuji beralih kepada Pj. Bupati Febrizal Levi Sukmana bersama Kepala Dinas PUPR Ir. Agnatius Syahrizal Mereka mewarisi sebuah dinas dengan warisan kelam Bupati sebelumnya, Khamami, divonis 8 tahun penjara akibat suap terkait proyek di Dinas PUPR.

 

Beban pembuktian kini ada di pundak kepemimpinan baru. Langkah konkret apa yang akan mereka ambil untuk mereformasi total tata kelola anggaran di dinas ini?

 

Di sisi lain, muncul profil perusahaan rekanan yang sangat mencurigakan. Sebuah studi kasus pada ATHA RAZKA KONSTRUKSI menunjukkan kejanggalan masif.

  • Fakta: Perusahaan didirikan pada 21 Juni 2022.

 

  • Klaim Promosi: Mengaku memiliki pengalaman Diatas 3 tahun dan telah menyelesaikan Lebih dari 100 project.

Klaim ini secara matematis dan logis tidak masuk akal. Disparitas ini adalah kejanggalan besar yang mengindkasikan upaya pemalsuan portofolio atau dugaan penggunaan “perusahaan bendera”—modus klasik di mana perusahaan proksi milik kroni pejabat digunakan untuk menampung proyek yang sudah diatur.

 

Serangkaian bukti dan indikator ini sudah lebih dari cukup untuk memicu kewaspadaan tingkat tinggi. Laporan ini ditutup dengan panggilan aksi yang tegas kepada para pemangku kepentingan untuk mencegah potensi kerugian negara.

 

Kepada Aparat Penegak Hukum (Kejati Lampung & Polres Mesuji):

Didesak untuk tidak menunggu laporan dan segera melakukan penyelidikan proaktif berdasarkan temuan awal BPK. Telusuri aliran dana pada pos belanja BBM, pemeliharaan, dan proyek-proyek yang didanai DBH Sawit di Dinas PUPR.

 

Kepada DPRD Kabupaten Mesuji:

Pimpinan DPRD dan komisi terkait diserukan untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Gunakan hak interpelasi dan hak angket untuk menyelidiki secara mendalam seluruh proses anggaran di Dinas PUPR.

 

Kepada Masyarakat Sipil & LSM:

Jadilah garda terdepan pengawasan. Pantau realisasi setiap proyek, dokumentasikan, dan laporkan setiap kejanggalan. Partisipasi publik adalah benteng pertahanan terakhir untuk memastikan anggaran daerah digunakan demi kesejahteraan rakyat, bukan memperkaya segelintir oknum.*RED

Example 120x600

𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦‎ ‎ 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝘀𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘂𝗻𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝘄𝗮, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻. ‎ ‎𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗻𝘀𝗶𝗽 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶: ‎ ‎𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦: 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗰𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘇𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗲𝗹𝗲𝘃𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁. ‎ ‎𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧: 𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗺𝗮𝘁𝗶. 𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗴𝘂𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘃𝗮𝗹𝗶𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝗳𝗶𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗮. ‎ ‎𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶, 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘂-𝗶𝘀𝘂 𝗸𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴.𝗗𝗶 𝗲𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝘀𝗲𝗷𝗲𝗻𝗮𝗸, 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝘂𝗵.𝗞𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗲𝗿𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶.𝗧𝗜𝗠𝗘𝗦 𝗔𝗞𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗡𝗘𝗪𝗦 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁—𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸. ‎‎𝗔𝗸𝘂𝗿𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺, 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻.

𝐆𝐠. 𝐒𝐚𝐤𝐭𝐢 𝐍𝐨.40, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚, 𝐊𝐞𝐜. 𝐊𝐞𝐝𝐚𝐭𝐨𝐧, 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 𝐋𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠, 35148, Indonesia
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu24:00 PM
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐒 𝐀𝐊𝐔𝐑𝐀𝐓 𝐍𝐄𝐖𝐒
ISO-3166 Alpha-2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎ ‎ ‎   ‎ ‎      ‎ ‎ ‎ ‎ ‎