Perang Lawan PMK: Tanggamus Terima 2.250 Dosis Vaksin, Puluhan Petugas Siap Sisir Kandang
TANGGAMUS, (Akuratimes.com) – Upaya memutus mata rantai penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tanggamus semakin digencarkan. Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Tanggamus resmi menerima suntikan logistik berupa 2.250 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Lampung. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk melindungi populasi ternak lokal dari ancaman virus yang merugikan peternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Tanggamus, Henri Fatra, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Robbi Zidni Jaya, mengonfirmasi penerimaan bantuan tersebut pada Senin (2/2/2026). Robbi menegaskan bahwa distribusi vaksin ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis yang harus segera dieksekusi di lapangan.
Untuk memastikan vaksinasi berjalan efektif, Disnakbun Tanggamus telah menyiagakan kekuatan penuh. Sebanyak 34 personel lapangan dipersiapkan untuk bergerak menyisir kandang-kandang ternak warga. Target utama vaksinasi ini mencakup hewan ternak rentan seperti sapi, kambing, dan kerbau.
Robbi menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan percepatan distribusi vaksin agar rampung dalam waktu singkat. Operasi vaksinasi serentak ini dijadwalkan mulai bergulir minggu ini dengan estimasi penyelesaian paling lambat akhir Februari atau awal Maret mendatang.
Volume bantuan vaksin yang diterima Tanggamus mengalami peningkatan signifikan dari rencana awal. Robbi mengungkapkan bahwa awalnya alokasi yang diberikan hanya 1.000 dosis, namun Pemerintah Provinsi Lampung kemudian menambah jumlahnya menjadi total 2.250 dosis.
Ribuan dosis vaksin tersebut akan didistribusikan secara merata melalui lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ternak di Tanggamus. Kelima Puskeswan tersebut meliputi wilayah Kecamatan Kota Agung, Semaka, Bulok, Pugung, dan Pulau Panggung. Strategi pembagian habis ini diharapkan mampu menciptakan kekebalan komunal pada hewan ternak di sentra-sentra peternakan utama.
Langkah agresif vaksinasi ini dinilai krusial mengingat dampak PMK yang sangat merusak. Sebagai informasi, PMK merupakan penyakit virus yang sangat menular melalui kontak langsung maupun peralatan yang terkontaminasi. Gejala klinis yang timbul pada hewan terinfeksi meliputi luka pada mulut dan kaki, produksi air liur berlebihan (hipersalivasi), hingga kesulitan makan yang berujung pada penurunan bobot drastis atau kematian.
Dengan adanya vaksinasi massal dan penerapan biosekuriti yang ketat, Pemerintah Kabupaten Tanggamus optimis dapat menjaga stabilitas kesehatan hewan ternak yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat. (*) 











