Cegah PMK Kembali, Henri Fatra Terjunkan 34 Petugas Sisir Kandang Ternak di Tanggamus
TANGGAMUS, Akuratimes.com – Sebagai langkah preventif untuk melindungi populasi ternak dari ancaman wabah, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Tanggamus bergerak cepat menggelar vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Program strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Disbunnak Tanggamus, Henri Fatra, S.T., M.M., dengan menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 34 petugas lapangan. Mobilisasi tim kesehatan hewan ini resmi dimulai sejak Selasa (10/2/2026).
Henri Fatra menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Disbunnak Tanggamus telah menerima alokasi bantuan vaksin sebanyak 2.250 dosis yang segera didistribusikan secara merata.
“Ini adalah benteng pertahanan kita. Vaksinasi masif ini bertujuan memastikan wabah PMK tidak kembali merebak dan merugikan peternak di Tanggamus,” tegas Henri, Rabu (11/2/2026).
Pelaksanaan vaksinasi difokuskan melalui lima Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang menjadi ujung tombak pelayanan, meliputi wilayah Kecamatan Kota Agung, Semaka, Bulok, Pugung, dan Pulau Panggung.
Demi memastikan efektivitas program, petugas menerapkan metode “jemput bola” dengan mendatangi langsung kandang-kandang milik warga di setiap pekon. Sasaran utamanya adalah hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, dan kerbau.
“Target kami jelas dan terukur. Kegiatan sudah berjalan minggu ini dan kami optimis seluruh dosis vaksin akan selesai disuntikkan pada akhir Februari atau paling lambat awal Maret mendatang,” ujar Henri.
Selain menyuntikkan vaksin, Henri menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. PMK adalah penyakit viral yang sangat menular melalui kontak langsung, peralatan ternak, hingga manusia yang terkontaminasi. Gejala klinis yang perlu diwaspadai meliputi luka pada mulut dan kaki, hipersalivasi (air liur berlebih), nafsu makan hilang, hingga ternak menjadi lesu.

Menutup keterangannya, Henri Fatra mengajak para peternak untuk bersikap proaktif. Sinergi antara pemerintah dan peternak adalah kunci keberhasilan pengendalian penyakit ini.
“Kami mengimbau pemilik ternak untuk kooperatif menerima petugas kami. Selain vaksin, mohon terapkan biosekuriti sederhana dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan. Kesehatan ternak adalah investasi ekonomi masyarakat yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*) 











