
TIMES AKURAT NEWS, TANGGAMUS – Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah memberikan perhatian yang serius terhadap insiden tragis yang menimpa keluarga korban serangan gajah liar di blok 3, Talang Badar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong. Serangan ini terjadi pada tanggal 30 Desember 2024, mengakibatkan kehilangan yang mendalam bagi keluarga Suarni (62), yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut
Bantuan dari Dinas Sosial diserahkan kepada suami Suarni, yaitu Safar, sebagai tanda kepedulian pemerintah terhadap situasi sulit yang dihadapi oleh keluarganya. Kami penting untuk mengingat bahwa peristiwa seperti ini tidak hanya merenggut jiwa, tetapi juga mengakibatkan kerugian material dan emosional yang berat. Dukungan yang diberikan dalam bentuk bantuan sembako merupakan langkah nyata dari Pemkab Tanggamus untuk meringankan beban keluarga yang berduka.
Bantuan yang diserahkan oleh Kepala Pekon Gunung Doh Kecamatan, Muzakir, pada tanggal 2 Januari 2024 ini mencakup berbagai kebutuhan pokok. Dalam paket bantuan tersebut terdapat 10 kg beras, 2 dus air mineral, 2 dus mie instan, 5 kg minyak, 5 kg gula, dan 3 buah sarden. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga korban dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa berduka ini.
Di tengah kesedihan mendalam yang dialami oleh keluarga, inisiatif seperti ini memberikan sedikit dukungan dan harapan. Masyarakat juga diharapkan untuk lebih menyadari dan siap menghadapi dampak dari kehidupan liar di sekitar mereka. Penanganan konflik antara manusia dan satwa liar adalah tanggung jawab bersama, dan kita semua harus berperan aktif.
Program bantuan dari Dinas Sosial Tanggamus menunjukkan bagaimana pemerintah berkomitmen untuk melindungi warganya, terutama dalam situasi darurat. Penyaluran bantuan ini bukan hanya tentang memberikan sembako, tetapi juga tentang membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. Harapan kita semua adalah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang dan bahwa masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi sedikit penghibur bagi keluarga yang ditinggalkan dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam. Sumber daya alam perlu diperlakukan dengan bijaksana agar insiden yang sama tidak terulang kembali di kemudian hari.










